Senin, 18 Mei 2026

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

Pesawat ATR Misi Negara Jatuh, Operasi SAR Masuki Tahap Krusial

Tim SAR Gabungan saat ini tengah berfokus pada pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan. Serpihan pesawat sudah ditemukan

Tayang:
Tribun Timur/EDI SUMARDI
PESAWAT JATUH - Kepala Basarnas Makassar M Arif memberikan keterangan pers di Media Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulsel, Ahad (18/1/2026). Konferensi pers dihadiri Capt Edwin dari Indonesia Air Transport, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono, General Manager Angkasa Pura Indonesia Minggus ET Ganduguai, Dankodaeral VI, serta sejumlah pejabat terkait. Mereka membahas temuan serpihan pesawat ATR 42-500, sementara 10 korban belum ditemukan. 

Ringkasan Berita:
  • Tim SAR gabungan menemukan tiga serpihan besar pesawat ATR di pegunungan Sulsel, berupa jendela, ekor, dan badan pesawat yang tersebar di beberapa titik.
  • Medan terjal dan cuaca ekstrem menjadi kendala pencarian, namun operasi dilakukan lewat kombinasi udara dan darat.
  • Sekitar 1.200 personel dikerahkan untuk mencari 10 orang di dalam pesawat rute Yogyakarta–Makassar.

TRIBUNNEWS.COM - Tim SAR gabungan saat ini telah menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang terjadi di kawasan Tompobulu, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pesawat yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk misi negara tersebut jatuh saat mengangkut 10 orang termasuk pilot.

ATR 42-500 tersebut disewa oleh KKP untuk patroli udara  di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara RI 712.

Kepala Basarnas Sulsel, Muhammad Arif Anwar mengatakan, meski terkendala medan terjal dan cuaca ekstrem, pihak Tim SAR gabungan saat ini berfokus pada pencarian korban.

‎‎"Yang kami utamakan saat ini adalah pencarian korban, mudah-mudahan masih ada bisa dievakuasi dalam keadaan selamat," ucapnya, saat konferensi pers di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (18/1/2026).

Proses pencarian menggunakan metode dari darat dan udara.

Tim pencarian udara terbang menggunakan Helikopter Caracal dan Pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara.

Sementara dari darat, 1.200 personel gabungan dari beberapa instansi dikerahkan.

Mengutip Tribun-Timur.com, Basarnas sendiri membagi timnya menjadi empat untuk melakukan pencarian di empat titik berbeda.

Cara tersebut dilakukan supaya tak ada korban yang terlewatkan.

‎‎"Kami dari Basarnas sendiri membagi empat SRU dan membagi empat titik pencarian, melalui penyapuan lewat darat, sehingga tidak ada korban yang terlewatkan," ucapnya.

Baca juga: Cerita Saksi Mata Lihat Detik-detik Jatuhnya Pesawat ATR yang Disewa KKP di Sulawesi Selatan

Ia juga menuturkan, sementara ini serpihan pesawat yang ditemukan adalah bagian jendela, badan, dan ekor pesawat.

‎‎"Sampai saat ini, tim baru menemukan jendela pesawat, badan pesawat, dan ekor pesawat," ujarnya.

Selain itu, Tim SAR gabungan juga menemukan banyak serpihak kecil lainnya yang tersebar di banyak titik.

Daftar Korban

Ada 10 orang termasuk pilot yang berada di pesawat tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved