Jumat, 15 Mei 2026

Sandiaga Uno Dorong Ibu Rumah Tangga Mandiri Lewat Usaha Kuliner Berbasis AI

Sandiaga Salahuddin Uno, terus mendorong kemandirian ekonomi ibu rumah tangga melalui penguatan keterampilan usaha rumahan

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
50 ibu rumah tangga mengikuti pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (15/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga.
  • Pelatihan kuliner terintegrasi teknologi.
  • Pendampingan berkelanjutan hingga modal usaha.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, terus mendorong kemandirian ekonomi ibu rumah tangga melalui penguatan keterampilan usaha rumahan yang adaptif terhadap tren dan teknologi. 

Salah satunya diwujudkan lewat Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang yang digelar bersama Rumah Zakat.

Pelatihan tersebut berlangsung di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sandiaga berharap pelatihan ini dapat membuka peluang usaha baru berbasis produk makanan yang tengah digemari masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya sumber penghasilan mandiri bagi para peserta.

"Dari talam singkong dan muffin pisang, ibu-ibu auto bikin cuan. Yang terpenting bukan hanya bisa produksi, tapi juga membangun jejaring antar pelaku usaha kecil agar saling mendukung dan penjualannya berkelanjutan," ujar Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).

Selain keterampilan memasak, para peserta juga dibekali kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pemasaran produk secara digital. 

Menurut Sandiaga, penguasaan teknologi menjadi kunci agar usaha mikro dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

"AI ini kita manfaatkan untuk membantu ibu-ibu membuat konten promosi yang menarik dan relevan dengan tren pasar," jelasnya.

Sandiaga menambahkan, sejak berdiri pada 2011, Yayasan Indonesia Setara secara konsisten berfokus pada peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan perempuan. 

Pelatihan baking dipilih karena dinilai efektif dan efisien, dengan bahan baku yang mudah diperoleh dan modal yang relatif terjangkau.

"Program ini tidak berhenti di pelatihan saja. Akan ada pendampingan lanjutan, bahkan pemilihan peserta terbaik untuk mendapatkan bantuan modal usaha," ungkapnya.

Pada sesi Kick-Off Program, peserta dibekali keterampilan membuat Talam Singkong dan Muffin Pisang.

Kedua menu tersebut dipilih karena bahan bakunya murah, mudah ditemukan, serta fleksibel untuk dimodifikasi sesuai kreativitas penjual.

Tak hanya itu, peserta juga diajarkan menggunakan Generative AI untuk membuat konten promosi dan langsung ditantang membuka pre-order pada hari yang sama.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved