Selasa, 2 Juni 2026

Longsor di Bandung Barat

Jerit Subuh Longsor Bandung Barat: Adi Menanti 11 Keluarga, Tanu 7 Saudara

Jerit warga di jam 3 pagi menandai petaka longsor Bandung Barat. Adi dan Tanu menanti keluarga tertimbun, harapan berpacu dengan waktu.

Tayang:
Penulis: Abdul Qodir
TribunJabar/Daniel Andreand Damanik
LONGSOR CISARUA - Puing-puing bangunan berserakan setelah diterjang longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026). 

Dalam hujan deras dan gelap total, ia sempat melihat adiknya berusaha menyelamatkan diri di sekitar kandang sapi.

Namun, pergerakan tanah terlalu cepat.

Ia hanya sempat menarik istri serta dua anaknya yang berusia 7 dan 17 tahun untuk menyelamatkan diri.

“Saya lihat langsung, tapi tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya lirih.

Tujuh anggota keluarga Tanu—enam saudara kandung dan satu ibu mertua—hingga kini belum ditemukan.

Seluruh mata pencahariannya pun ikut hilang, termasuk 28 ekor kambing yang telah dipesan pembeli untuk Idul Adha. Kerugian ditaksir mencapai Rp84 juta.

25 Kantong Jenazah

EVAKUASI - Tim SAR membawa jenazah korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026).
EVAKUASI - Tim SAR membawa jenazah korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026). (Tribun Jabar)

Longsor disertai banjir bandang menimbun sedikitnya 30 rumah warga.

Hingga Minggu (25/1/2026) pukul 17.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menerima 25 kantong jenazah.

Sebanyak 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dan hati-hati. Pemeriksaan post mortem dan ante mortem masih berlanjut untuk memastikan identitas korban lainnya.

Baca juga: Detik-detik Menteri KP Sakti Wahyu Pingsan saat Penyerahan Jenazah Korban ATR 42-500

Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada Minggu siang setelah petugas mendeteksi potensi longsor susulan di area pencarian.

Setelah pemantauan menggunakan drone udara menyatakan lokasi relatif aman, tim SAR gabungan kembali melanjutkan evakuasi sebelum dijadwalkan berlanjut keesokan hari.

Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Bandung Barat sejak Jumat malam (23/1/2026). Kondisi tanah yang jenuh air memicu pergerakan besar sekitar pukul 03.00 WIB.

Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak 23 Januari 2026 untuk memastikan penanganan dilakukan cepat dan terkoordinasi.

Di balik data korban dan operasi penyelamatan, keluarga korban masih menunggu kabar pasti. Setiap penggalian menjadi harapan terakhir.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved