Selasa, 21 April 2026

Dari Panggung Musik ke Komunitas, Shaucha Fest Dekatkan Koperasi ke Gen Z

Tak hanya musik, Shaucha Fest menghadirkan funwalk, layanan cek kesehatan, dan booth komunitas serta koperasi.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
HO/IST/istimewa
FESTIVAL MUSIK - Dentuman musik, lampu panggung, dan koor penonton mengubah Parkir Timur Plaza Surabaya, Jawa Timur menjadi arena festival, Minggu (8/2/2026). Shaucha Fest Vol. 1 2026 hadir bukan sekadar konser, tapi cara baru mengenalkan koperasi ke anak muda melalui musik dan komunitas 

Ringkasan Berita:
  • Shaucha Fest Vol. 1 2026 mengubah Parkir Timur Plaza Surabaya menjadi festival musik yang seru sekaligus medium baru memperkenalkan koperasi ke anak muda.
  • Deretan musisi lintas genre, dari For Revenge hingga Pamungkas dan Lala Widy, memeriahkan panggung sambil menghadirkan suasana intim khas konser urban.
  • Selain musik, pengunjung dapat menikmati funwalk, cek kesehatan, dan booth komunitas, membuat koperasi dekat dengan gaya hidup Gen Z.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dentuman musik, lampu panggung, dan sorak penonton menghidupkan Parkir Timur Plaza Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). 

Shaucha Fest Vol. 1 2026 memadukan konser musik seru dengan aktivitas komunitas, menghadirkan cara baru memperkenalkan koperasi ke generasi muda lewat pengalaman yang dekat dengan gaya hidup mereka. 

Sejumlah musisi lintas genre tampil memeriahkan panggung. 

For Revenge membuka dengan energi rock alternatif yang memicu koor penonton, diikuti Pamungkas dengan lagu-lagu personal yang dinyanyikan bersama, dan Jono Joni yang membuat penonton berjingkrak mengikuti irama.

Lala Widy dan Soul5ive menjaga ritme festival hingga malam hari, menciptakan suasana intim khas konser urban yang hangat.

“Datang karena Pamungkas, tapi acaranya seru banget. Rasanya seperti festival musik, bukan acara koperasi,” ujar Rani (21), mahasiswa Surabaya.

Tak hanya musik, Shaucha Fest menghadirkan funwalk, layanan cek kesehatan, dan booth komunitas serta koperasi.

Pendekatan ini membuat pengunjung betah berlama-lama, sekaligus mengenal koperasi secara alami melalui aktivitas yang relevan dengan gaya hidup mereka.

Konsep festival yang menyatu dengan aktivitas komunitas ini membuat pengunjung betah berlama-lama di area acara.

Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Panel Barus, menilai pendekatan seperti Shaucha Fest sebagai cara baru mengenalkan koperasi ke generasi muda.

Menurutnya, koperasi perlu hadir di ruang-ruang yang akrab dengan gaya hidup anak muda, bukan hanya melalui pendekatan formal.

Baca juga: Penguatan Tata Kelola Data Jadi Fokus Pengembangan Platform Koperasi Digital

“Ketika koperasi masuk ke dunia musik dan komunitas, anak muda tidak merasa digurui. Mereka datang karena senang, lalu mengenal koperasi secara alami,” kata Panel.

Ia menambahkan, model festival semacam ini membuka peluang besar bagi koperasi untuk membangun brand, memperluas basis anggota, sekaligus memperkenalkan produk dengan pendekatan yang lebih relevan dan kompetitif.

Perwakilan penyelenggara, Iliona Palomitta, mengatakan acara ini disusun sebagai pintu masuk yang lebih dekat untuk memperkenalkan koperasi kepada anak muda melalui pengalaman yang relevan dengan keseharian mereka.

“Kami hadirkan sebagai pintu masuk agar anak muda mengenal koperasi bukan sebagai konsep yang kaku, tetapi sebagai gerakan yang bisa berjalan seiring dengan kultur mereka—musik, komunitas, dan pengalaman bersama,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved