Minggu, 26 April 2026

Arah Kebijakan Disdik Surakarta Tahun 2026, Perbanyak PAUD dan Tingkatkan Kompetensi Guru

Dinas Pendidikan Kota Surakarta pada 2026 menargetkan pendidikan bermutu dan merata dengan fokus perluasan akses PAUD, serta pelatihan digital guru.

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Suci BangunDS
Tribunnews.com
FORUM KONSULTASI PUBLIK - Foto kegiatan Forum Konsultasi Publik Peninjauan Ulang Standar Pelayanan Pendidikan 2026 di Kota Surakarta memperlihatkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta bersama peserta forum berdiskusi menyerap aspirasi untuk layanan pendidikan inklusif dan merata. Dinas Pendidikan Kota Surakarta pada 2026 menargetkan pendidikan bermutu dan merata dengan fokus perluasan akses PAUD, serta pelatihan digital guru. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Pendidikan Kota Surakarta pada 2026 menargetkan pendidikan bermutu, berkualitas, dan merata.
  • Fokus utama pada perluasan akses PAUD serta peningkatan kompetensi guru.
  • Strategi dilakukan melalui penambahan ruang belajar, pembangunan unit baru, akuisisi PAUD swasta, serta pemberian stimulan biaya pendidikan bagi anak.

 

TRIBUNNEWS.COM - Dinas Pendidikan Kota Surakarta fokus memberikan pendidikan yang bermutu, berkualitas dan merata untuk semua di tahun 2026 ini.

Arah kebijakan ini, sesuai dengan Kementerian Pendidikan yang menekankan program pendidikan 13 tahun, mulai dari 1 tahun PAUD/TK, 6 tahun SD, 3 tahun SMP, hingga 3 tahun SMA. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, mengatakan upaya prioritas diarahkan pada pendidikan anak usia dini (PAUD).

Saat ini, Surakarta memiliki 7 PAUD Negeri, namun daya tampung masih terbatas.

Strategi yang dilakukan untuk peningkatan kapasitas peserta didik PAUD, yakni penambahan ruang belajar di PAUD yang sudah ada dan pembangunan unit baru di wilayah dengan kebutuhan tinggi.

Selain itu, pihaknya mengakuisisi PAUD swasta yang kesulitan operasional untuk dinegerikan, sehingga layanan bebas biaya bisa diperluas.

Lantaran pembangunan PAUD merupakan program jangka panjang, Dinas Pendidikan Kota Surakarta berupaya memberikan stimulan pendidikan untuk anak yang belum tertampung di PAUD Negeri.

"Yang paling mungkin adalah kerjasama kami dengan kemitraan dengan pihak ketiga atau sekolah swasta. Anak-anak ini nanti bisa sekolah ke swasta dengan sumber pembiayaan yang kita berikan, dalam bentuk kayak bahasanya beasiswa lah, tapi kalau bahasa saya mungkin tidak beasiswa secara keseluruhan tapi lebih ke stimulan pembiayaan pendidikan."

"Jadi misal kalau SPP-nya TK misal 150 ribu, kita bantu 100 ribu, nanti 50 ribunya dari yang bersangkutan. Itu bagian dari upaya kita untuk memperluas akses layanan pendidikan, terutama yang anak usia dini," ucapnya.

Kebijakan lain berfokus pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan fleksibel berbasis daring.

Baca juga: Disdik Surakarta Gelar Forum Konsultasi Publik, Serap Aspirasi untuk Tinjau Ulang Standar Pelayanan

Guru dapat belajar di luar jam mengajar dengan modul digital yang disiapkan Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

FORUM KONSULTASI PUBLIK -
FORUM KONSULTASI PUBLIK -  Foto kegiatan Forum Konsultasi Publik Peninjauan Ulang Standar Pelayanan Pendidikan 2026 di Kota Surakarta menampilkan Kepala Dinas Pendidikan bersama peserta forum tengah berdiskusi, menyerap aspirasi untuk mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan merata. (Tribunnews.com)

"Supaya nanti muncul metode-metode baru atau cara-cara baru dalam proses menyusun bahan pembelajaran, rencana pembelajaran yang memenuhi ekspektasi anak-anak atau murid."

"Sehingga anak-anak lebih antusias, lebih menarik, lebih menyenangkan, lebih aktif lah untuk terlibat dalam proses pembelajaran," imbuhnya.

Sejumlah materi pelatihan yang disiapkan seperti pembelajaran mendalam untuk meningkatkan keterlibatan siswa, coding dan artificial intelligence (AI) sebagai penerapan teknologi dalam kelas serta pembelajaran digital untuk metode interaktif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved