Rabu, 3 Juni 2026

Penyanderaan dan Ancaman Bom Landa Bank di California, Pusat Kota Langsung Lockdown Total

Sebuah aksi penyanderaan dan ancaman bom tengah melanda sebuah bank di California, Amerika Serikat (AS). Kini, pusat Kota California lockdown total.

Tayang:
Tangkap layar ABC News
AKSI PENYANDERAAN - Sebuah aksi penyanderaan dan ancaman bom terjadi di sebuah bank di Kota Bakersfield, California Selatan, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (2/6/2026) siang waktu setempat. Aksi penyanderaan yang masih berlangsung hingga saat ini, membuat pihak kepolisian melakukan lockdown di pusat kota. 

Ringkasan Berita:
  • Sebuah aksi penyanderaan sekaligus ancaman bom terjadi di sebuah bank di Kota Bakersfield, California Selatan, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (2/6/20260 siang waktu setempat.
  • Seorang pria tak dikenal dilaporkan membarikade diri di dalam bangunan dan menyandera sejumlah warga serta karyawan yang berada di lokasi.
  • Hingga kini, aksi penyanderaan tersebut masih berlangsung dan pihak kepolisian telah menerjunkan tim SWAT hingga FBI.

TRIBUNNEWS.COM - Suasana di pusat Kota Bakersfield, California Selatan, Amerika Serikat (AS), mendadak berubah mencekam pada Selasa (2/6/2026) siang waktu setempat.

Sebuah insiden penyanderaan yang disertai ancaman peledakan bom terjadi di dalam gedung cabang bank JPMorgan Chase.

Seorang pria tak dikenal dilaporkan membarikade diri di dalam bangunan dan menyandera sejumlah warga serta karyawan yang berada di lokasi.

Hingga Selasa malam waktu setempat, drama pengepungan yang melibatkan ratusan personel keamanan gabungan ini masih berlangsung dinamis.

Pihak kepolisian terus berupaya melakukan negosiasi di tengah kekhawatiran bahwa pelaku membawa bahan peledak aktif yang siap diledakkan.

Menurut laporan NBC News, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Kepolisian Bakersfield menerima panggilan darurat terkait adanya ancaman bom di Gedung Bank Chase yang terletak di persimpangan Chester Avenue dan 17th Street.

Namun, setibanya sejumlah unit patroli di lokasi kejadian, situasi ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar ancaman telepon.

Petugas mendapati seorang pria dewasa telah menutup akses keluar-masuk gedung dan mengurung diri bersama "beberapa anggota masyarakat".

Mengetahui adanya ancaman nyata, kepolisian langsung menetapkan status siaga satu dan memasang perimeter steril di sekitar area bisnis pusat kota tersebut.

Beberapa nasabah dan warga yang berada di dekat pintu keluar sesaat setelah kejadian dilaporkan berhasil meloloskan diri dalam kepanikan.

Baca juga: Seorang Pria Bawa Bom dan Kunci Diri di Bank California, Sejumlah Orang Terjebak di Dalam

Guna mengantisipasi korban jiwa, otoritas kota segera mengevakuasi seluruh gedung perkantoran di sekitarnya dan memberlakukan kebijakan lockdown pada beberapa fasilitas pemerintahan, termasuk Balai Kota Utara dan Selatan serta Markas Besar Kepolisian Bakersfield.

Sadar akan tingginya risiko dari ancaman ini, Kepolisian Bakersfield menurunkan seluruh kekuatan terbaik mereka ke lokasi penanganan.

"Setiap aset dan sumber daya yang kami miliki telah dikerahkan ke lokasi ini — mulai dari tim SWAT, penjinak bom (EOD), unit K9, satuan anti-geng, tim pemantau drone, hingga tim negosiator krisis," ujar Juru Bicara Kepolisian Bakersfield, Sersan Eric Celedon, dalam konferensi pers daruratnya.

Mengingat skala ancaman yang melibatkan dugaan bom rompi yang diikatkan ke tubuh pelaku, lembaga federal seperti Biro Investigasi Federal (FBI) dari kantor lapangan Sacramento serta Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) turut diterjunkan ke tempat kejadian perkara guna memberikan asistensi teknis dan taktis.

Seorang Sandera Dilepas

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved