Ejekan, Deadlock, dan Kursi Ketua Umum: Kisah Lama Bahlil di Panggung HIPMI
Di balik terpilihnya Bahlil Lahadalia sebagai Ketum HIPMI, ada peran Erwin Aksa dan Andi Rukman Nurdin Karumpa di kehidupan Ketum DPP Golkar
Saat Musyawarah Nasional HIPMI di Bandung, persaingan makin memuncak.
Forum tersebut berjalan sengit dan sempat deadlock ketika ia bersaing dengan dua kandidat lainnya, Bayu Priawan Djokosoetono dan Bagus Hermanto.
Deadlock adalah sebutan lain dari kebuntuan, saat kondisi dalam sebuah rapat atau diskusi tidak mencapai kesepakatan, keputusan, atau kemajuan karena adanya perbedaan pendapat yang kuat, konflik kepentingan, dan kurangnya kompromi antar peserta.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya perdebatan yang berputar tanpa adanya solusi yang keluar.
Saat kondisi tersebut terjadi, Erwin Aksa disebut bahlil memiliki peranan penting.
"Waktu itu, (Erwin) menguasai jaringan kepolisian, sehingga suara sempat berpindah ke pihak lain,"
"Saya pun berkata, 'bagaimana Kanda Erwin? Saya kan mendukung kakak saat itu'," jelas Bahlil.
Sempat menegang, suasana kembali melunak saat Bahlil menyinggung kehadiran anggota DPR RI, Kamrussamad.
Ia menyebut Samad saat itu memilih mendukung kandidat lain, yakni Bayu Priawan.
"Bang Samad pilih Bayu. Bang Samad, lo jujur bang, jujur bang. Sementara Bang Samad dan Bang Erwin ini tidak bisa dipisahkan," ujar Bahlil di hadapan Kamrussamad.
Situasi Munas di Bandung kala itu sempat memanas dan membuatnya turun langsung untuk melobi dan menenangkan keadaan.
Baca juga: Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Pangan, Begini Kata HIPMI
Ia menyebut sempat bertemu Erwin Aksa di sebuah restoran.
"Saya bilang, sudahlah Kanda, daripada hotel terbakar, nanti nama HIPMI jelek," ungkap Bahlil.
Munas pun berlanjut ke putaran kedua setelah sempat deadlock.
Pada putaran kedua tersebut, Bahlil akhirnya terpilih sebagai Ketum BPP HIPMI periode 2015-2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bahlil-lagadlia-saat-datangi-SDP-HIPMI-2026-di-Makassar-asdfasdf.jpg)