Sabtu, 11 April 2026

Ketua BEM UGM Diteror

Update Teror OTK: Ketua BEM UGM Diserang Isu Awas LGBT, 30 Pengurus BEM UGM Juga Diteror

Rentetan teror masih terjadi, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto diserang isu LBGT hingga menilap uang kampus, 30an pengusus BEM UGM juga kena teror.

HO/IST/Instagram/tiyoardianto_
SERANGAN TEROR - Kolase foto: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. Rentetan teror masih terjadi, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto diserang isu LBGT hingga menilap uang kampus, teranyar 30an pengusus BEM UGM juga kena teror. 

Ringkasan Berita:
  • Teror yang awalnya diterima Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto makin menjadi. Kini dia diserang isu LBGT.
  • Ibundanya juga diteror via pesan singkat, yang menyebut Tiyo Ardianto menilap uang hingga penggelapan dana.
  • Terkini teror menyebar ke 30 orang pengurus BEM UGM.

 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA – Serangan teror dari orang tak dikenal (OTK) makin meluas, terkini 30 pengurus BEM UGM juga kena teror.

Teror ini masih satu rangkaian dengan teror penculikan, pesan singkat hingga penguntit yang awalnya menimpa Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Berlanjut, ibunya Tiyo Ardianto juga kena sasaran teror. 

Tengah malam, notifikasi ponsel ibunda Tiyo Ardianto berbunyi. 

Isinya tuduhan bahwa anaknya menilap uang sebagai Ketua BEM UGM.

Baca juga: Kecam Teror Terhadap Ketua BEM UGM, Pusham UII Minta Polri Investigasi Usut dan Tangkap Pelaku

Sejak kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat, Tiyo Ardianto dan keluarganya serta pengurus BEM UGM harus menghadapi teror yang tak lagi sebatas serangan di media sosial.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, mengungkapkan rangkaian intimidasi itu dalam diskusi media yang digelar Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) bertajuk “Teror terhadap Mahasiswa Pengkritik MBG adalah Serangan Nyata terhadap Kebebasan Akademik!”, Selasa (17/2/2026).

 

Teror Bermula dari Kritik Pedas BEM UGM pada Prabowo-Gibran hingga Alokasi Anggaran MBG

Menurut Tiyo, teror bermula pada 9 Februari 2026, tak lama setelah BEM UGM melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Termasuk penggunaan diksi “Presiden Bodoh” serta sorotan terhadap alokasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG)

“Rasanya kritik-kritik inilah yang kemudian mengantarkan kepada kami, mulai tanggal 9 Februari, ada teror yang beruntun dari nomor-nomor yang tidak dikenal dengan kontak Inggris Raya. Jadi bukan +62 tapi +44. Nadanya sejak awal adalah ancaman dan tuduhan bahwa kami adalah agen asing. Mereka juga mengancam penculikan,” ujar Tiyo.

 

Tiyo Ardianto Diguncang Teror Awas LGBT hingga Korupsi

Serangan awal, kata dia, berbentuk pembunuhan karakter melalui rekayasa digital dan penyebaran hoaks secara masif di media sosial. Ia difitnah dengan tuduhan asusila hingga korupsi dana kemahasiswaan.

“Bahkan mereka juga membuat konten yang kemudian dikirimkan ke saya dalam bentuk gambar ‘Awas LGBT di UGM’ dengan foto saya,” tutur Tiyo. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved