Kamis, 9 April 2026

Ketua BEM UGM Diteror

Update Teror OTK: Ketua BEM UGM Diserang Isu Awas LGBT, 30 Pengurus BEM UGM Juga Diteror

Rentetan teror masih terjadi, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto diserang isu LBGT hingga menilap uang kampus, 30an pengusus BEM UGM juga kena teror.

HO/IST/Instagram/tiyoardianto_
SERANGAN TEROR - Kolase foto: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. Rentetan teror masih terjadi, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto diserang isu LBGT hingga menilap uang kampus, teranyar 30an pengusus BEM UGM juga kena teror. 

"Mohon maaf saya terangkan di sini. Saya memang tidak punya kekasih, saya tidak punya cewek atau pacar. Tapi bukan karena saya tidak punya pacar, lalu bisa seenaknya di-framing seperti itu.

"Tidak hanya itu, di media-media juga muncul konten-konten sekaligus narasi yang luar biasa menghancurkan karakter. Yang pertama tadi, soal LGBT, yang bagi saya ini sangat menjijikkan.

Baca juga: Sepak Terjang Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto hingga Banjir Ancaman Teror Termasuk Penculikan di Kereta

Ia juga menyebut fotonya direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Bahkan ada konten pembunuhan karakter yang foto saya itu di-generate by Artificial Intelligence dengan tulisan bahwa Tio ini adalah langganan, Tiyo ini suka menyewa LC karaoke. Lalu kita ini—kalau boleh jujur sebagai anak muda—tidak punya kecakapan untuk berkomunikasi secara asmara romantis kepada perempuan karena memang lahirnya di desa dan terbiasa pada keluguan-keluguan begitu, apalagi LC,” ucapnya.

Selain isu moral, Tiyo dituding memanipulasi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Narasi bahwa saya sebagai Ketua BEM UGM itu melakukan manipulasi keuangan, terutama dalam konteks Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Ada yang menyebut bahwa Ketua BEM UGM punya relasi kuasa yang memungkinkan dari rekomendasi dia, itu ada orang-orang yang kemudian mendapatkan KIP. Dan dari orang-orang yang mendapatkan KIP itu, mereka punya kewajiban nyetor ke saya. Kira-kira gitu narasinya,” ungkapnya.

Ia pun membantah tudingan tersebut.

“Saya katakan ke beberapa orang bahwa kalau benar Tiyo Ardianto ini melakukan penggelapan dana, sudah barang pasti saya sudah diberhentikan dan tidak lagi menjadi Ketua BEM UGM,” tegasnya.

 

Eskalasi Teror Makin Menjadi, Ada Rencana Operasi Pembunuhan

Eskalasi teror, menurut Tiyo, tidak berhenti di dunia digital. Ia mengaku mendapat informasi tentang rencana operasi pembunuhan terhadap dirinya.

“Selanjutnya ada juga teror dalam bentuk yang saya kira lebih canggih daripada nomor tidak dikenal, yaitu ada platform gerakan yang dihubungi oleh akun tidak dikenal yang mengaku sebagai dosen Unpad. Dia menghubungi suatu platform pergerakan yang terhubung dengan saya. Orang yang mengaku dosen Unpad ini menceritakan bahwa dia mendapatkan bocoran dari satu lembaga negara—saya sebutkan di sini Badan Intelijen Negara (BIN). Nah, orang yang mengaku dosen Unpad ini menyampaikan bahwa BIN sudah menyiapkan operasi pembunuhan untuk Ketua BEM UGM,” paparnya.

Baca juga: Ketua BEM UGM Diteror, Rektor UII: Mahasiswa yang Kritis Jangan Dianggap Musuh, Kritis Bukan Dosa

 

Intimidasi ke Ibu di desa

Bagian paling berat, kata Tiyo, adalah ketika ibunya menjadi sasaran.

Ia menggambarkan ibunya sebagai perempuan desa yang tak terbiasa dengan dinamika politik nasional.

"Nah, selanjutnya yang terjadi pada ibu saya. Sebagai informasi, ibu saya ini bukan orang yang seperti saya," kata Tiyo. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved