Selasa, 28 April 2026

Pratama Rotan Trangsan Tembus Pasar Dunia, Berawal dari Pengrajin Rotan Rumahan

Pratama Rotan, UMKM rotan di Desa Trangsan yang menembus pasar mancanegara. UMKM ini didirkan Budi Lestari yang merupakan pengrajin rotan rumahan.

Tayang:
Tribunnews.com/Yunita R
PEMILIK PRATAMA ROTAN - Foto Pungky Pratama, pemilik UMKM Pratama Rotan ketika ditemui Tribunnews.com di showroom rotannya di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (13/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pratama Rotan adalah UMKM di Desa Trangsan, Sukoharjo, yang bergerak di bidang kerajinan furnitur rotan dan berdiri sejak tahun 1992.
  • Pratama Rotan memiliki showroom rotan di Trangsan untuk memamerkan produknya dan memberikan pengalaman real bagi calon pembeli.
  • Pemiliknya, Pungky Pratama, merupakan anak dari Budi Lestari yang meneruskan usaha Pratama Rotan sejak tahun 2018.
  • Pungky Pratama menceritakan perjalanan bisnis Pratama Rotan, dari pengrajin rumahan menjadi UMKM dengan 19 pekerja.

TRIBUNNEWS.COM - Di sepanjang jalan di desa Trangsan, Kabupaten Sukoharjo, terlihat banyak rumah penduduk yang dihiasi furnitur rotan.

Dijuluki "Desa Wisata Rotan", Trangsan menjadi rumah bagi pengrajin rotan, UMKM, hingga pabrik furnitur rotan.

Pagi itu, para karyawan Pratama Rotan, salah satu UMKM di desa Trangsan, terlihat sibuk mem-packing furnitur rotan yang akan dikirim di hari itu.

Pratama Rotan, yang didirikan sekitar tahun 1992 oleh Budi Lestari, awalnya hanyalah usaha rumahan yang berlokasi di Jl. Manau No.35, RT.001/RW.007, Kramat, Trangsan, Kec. Gatak, Kabupaten Sukoharjo

Saat itu, Budi memulai sebagai pengrajin yang membantu kakak laki-lakinya, sebelum akhirnya membangun usahanya sendiri.

"Tahun 1992 bapak (Budi Lestari) sudah menganyam, jadi pengrajin anyaman yang bagian ngiket. Dulu pakdhe yang punya kerjaannya, terus bapak membantu jadi tukang anyamnya," jelas Pungky Pratama, anak Budi Lestari yang kini meneruskan usahanya.

Sebanyak 80 persen bahan rotan yang digunakan berasal dari Sulawesi dan Kalimantan.

Bahan tersebut dikirim ke Gresik, Surabaya, untuk diolah setengah matang, lalu didistribusikan ke pengrajin untuk diproses lebih lanjut.

Memasuki tahun 2000-an, usaha Budi berkembang pesat hingga memiliki sekitar 20 karyawan yang menganyam di rumahnya. 

"Tahun 2000-an itu bapak punya banyak pekerja, sekitar 20 orang. Dulu di sini tempat menganyamnya sebelum saya jadiin ini (showroom)," ujarnya, sambil menunjuk area di rumahnya yang dulunya menjadi ruang menganyam.

Rumah tinggalnya bahkan diubah menjadi tempat produksi mebel rotan lengkap dengan area anyaman, gudang rangka, hingga finishing di lokasi yang berdekatan.

Baca juga: Eksistensi Rotan Trangsan: Kebanggaan Lokal, Reputasi Global

Pembeli dari mancanegara seperti Australia sudah menjadi langganan sejak era Budi.

Namun perjalanan usaha tak selalu mulus, karena gejolak ekonomi global membuat permintaan ekspor menurun drastis pada 2012.

Sekitar 2014, penjualan merosot hingga Budi kembali bekerja sebagai pengrajin rotan dan jumlah pekerja pun dirampingkan.

Di tahun yang sama, Pungky Pratama yang lulus dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) jurusan Psikologi, kemudian bekerja sebagai QC produk di perusahaan furnitur selama setahun.

Dari sana, ia belajar banyak hal tentang industri rotan, mulai dari alat produksi, perhitungan HPP, hingga sumber bahan baku, sebelum akhirnya memilih resign.

PRATAMA ROTAN TRANGSAN - Koleksi produk rotan milik Pratama Rotan, UMKM yang ada di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo dalam foto yang diambil dari website dan Google Maps Pratama Rotan pada Rabu (18/2/2026).
PRATAMA ROTAN TRANGSAN - Koleksi produk rotan milik Pratama Rotan, UMKM yang ada di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo dalam foto yang diambil dari website dan Google Maps Pratama Rotan pada Rabu (18/2/2026). (pratamarotan.com)

Pratama Rotan Gencarkan Promosi Online

Sang anak, yang menjadi penerus usaha Pratama Rotan sejak 2018, awalnya sempat diminta orang tuanya untuk mengikuti seleksi CPNS dan pindah ke Madiun pada tahun 2015-2016. 

Namun pada akhir 2016, ia diajak rekan ayahnya ke Bali untuk kerja sama di bidang rotan.

Enam bulan bekerja di Bali membuka wawasannya bahwa furnitur rotan memiliki pasar yang kuat di pulau itu.

Berbekal pengalaman dan tekad belajar bisnis, Pungky yang saat itu masih bekerja di Bali, mulai memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan stok furnitur di gudang ayahnya yang sempat sepi customer. 

Hasilnya terlihat ketika ada pembeli dari Bali datang ke Trangsan berkat promosi online.

Selain Instagram @rotanpratama, pada tahun 2017 Pungky membuat website pratamarotan.com, lalu pada awal 2018 kembali ke Trangsan dan membangun showroom berisi produk rotan di samping rumahnya.

"Mereka yang datang ke sini bisa duduk di kursi rotan, bisa merasa nyaman," katanya kepada Tribunnews, Jumat (13/2/2026), menjelaskan tentang showroom-nya.

Kerja keras itu berbuah manis pada 2019 saat ia mendapat buyer (pembeli) dari website tersebut.

Selain belajar secara mandiri, Pungky juga pernah mengikuti pelatihan Gapura Digital dan Google Maps dari trainer Google untuk mengembangkan Pratama Rotan.

PRATAMA ROTAN TRANGSAN - Koleksi produk rotan milik Pratama Rotan, UMKM yang ada di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo dalam foto yang diambil pada Jumat (13/2/2026).
PRATAMA ROTAN TRANGSAN - Koleksi produk rotan milik Pratama Rotan, UMKM yang ada di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo dalam foto yang diambil pada Jumat (13/2/2026). (Tribunnews.com/Yunita R)

Bangkit dari Pandemi Covid-19

Bisnis Pratama Rotan sempat lesu saat pandemi Covid-19 pada 2020, yang disusul dengan kebijakan lockdown yang berdampak pada terhambatnya proses produksi furnitur rotan.

Pada awal pandemi, Pungky sempat keteteran karena ia sendiri harus terjun dalam proses produksi.

"Pas (awal) Covid-19 itu saya sakit tipes sampai dua kali. Saya di rumah sakit saat itu masih mikirin kerjaan. Pagi-pagi itu saya dapat (pesan) WA (WhatsApp), 'Mas ini belum selesai (kerjaannya)'," katanya sambil tertawa.

Pungky mengatakan masa sulit saat pandemi membuat para pemasok beralih ke internet untuk memenuhi pesanan.
 
"Sepi, tapi permintaan tetap ada. Mereka, para supplier, mencari alternatif produsen furnitur lewat website atau online karena Corona (Covid-19)," katanya ketika mengenang masa pandemi.

Ia bersyukur karena website Pratama Rotan mudah ditemukan lewat pencarian internet, dan Google Maps membantu pembeli dari Bali hingga ke Trangsan untuk menemukan usahanya.

Setelah pandemi Covid-19 mulai mereda, pesanan furnitur rotan mulai tinggi, hingga omset Pratama Rotan pernah menyentuh Rp300 juta per bulan.

Selama masa pandemi, pasar internasional justru mendominasi daripada pasar lokal, mulai dari Australia, Spanyol, Belgia, Kanada hingga Finlandia.

Tak berselang lama, Perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada tahun 2022 menjadi ujian baru bagi Pratama Rotan.

"Dari Rp 300 (juta) langsung Rp60 (juta), Rp90 (juta) (per bulan)," lanjutnya, mengenang masa sulit di awal perang tersebut.

Meski begitu, ia tetap menjaga relasi, dan hasilnya pada 2024–2026 Pratama Rotan berhasil mengirim sembilan kontainer ke Australia.

Pungky mengaku UMKM rotan miliknya mulai naik kembali, dengan laba kotor di kisaran Rp150-170 juta per bulan atau sekitar Rp2 miliar per tahun.

Produk yang kini paling diminati adalah headbed untuk mempercantik tempat tidur vila dan hotel.

"Akhir-akhir ini yang paling diminati headbed, buat belakang tempat tidur itu lho," katanya.

Proses produksi tetap mengandalkan sistem handmade atau masih dikerjakan secara manual oleh para pengrajin. 

"Pekerjanya spesifik di bidangnya masing-masing. Misal pekerja rangka, ya mengerjakan rangka saja. Terus kalau ngiket dan nganyam juga sama," jelasnya.

Kini Pratama Rotan memiliki 19 pekerja di bagian rangka, finishing, dan packing.

Ia berharap dapat memberikan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi mereka yang berminat di industri furnitur rotan.

Selalu Menjaga Kualitas dan Kepercayaan Konsumen

Untuk menjaga kualitas, Pungky rutin melakukan quality control, bahkan ia juga memperhatikan penataan setiap furnitur yang ada di showroom rotannya agar terlihat rapi dan menarik.

"Misalnya kemarin ada kejadian kursinya patah, ya kita ganti yang baru, karena itu komitmen kita untuk menjaga kepercayaan," katanya.

"Saya sendiri menjaga itu (kepercayaan customer)," lanjutnya.

"Yang kedua, kami berusaha menyusun report, laporan, misalnya memfoto prosesnya sampai mana, sebelum di-packing harus difoto (barang yang akan dikirim), harus (dalam kondisi) bagus," jelasnya.

Ia selalu memastikan setiap pembeli mendapatkan produk berkualitas dan pelayanan yang terbaik.

Pria berusia 35 tahun itu berharap usahanya dapat terus berkembang hingga menjadi perusahaan besar.

Jangan Menunda-nunda

Sebagai pebisnis rotan, Pungky berpesan kepada generasi muda yang ingin memulai bisnis agar tidak menunda-nunda untuk memulai.

"Kalau mau melakukan ya harus dilakukan langsung, ngga perlu nunggu sempurna. Misalnya, mau jualan sepatu, kalau bisanya beli dua ya dua itu dulu dijual online," katanya.

"Biasanya itu lebih berdampak daripada nunggu sempurna," tambahnya.

Pungky mengambil contoh orang-orang yang membuat konten di media sosial, tidak perlu menunggu viral terlebih dahulu untuk memulai.

"Intinya dilakukan, tiru, atau dimodifikasi. Ada bahan, langsung dilakukan," jelasnya.

la mengatakan generasi muda saat ini memiliki banyak opsi bisnis, namun terkadang kurang konsisten dalam mengusahakannya.

Pungky mengenang masa sulit dalam menjalankan usahanya, namun ia memilih tidak menyerah dan terus konsisten.

"Kalau kemarin saya putus asa ya mungkin pas (dimulainya) perang Rusia-Ukraina itu saya milih 'Udahlah ngga usah dilanjutin', tapi saya milih tetep ngelanjutin," katanya, merujuk pada perang yang berdampak pada penurunan penjualan furnitur Pratama Rotan.

Satu hal yang ia yakini dengan sungguh-sungguh bahwa Allah tidak akan menurunkan rezeki jika manusia tidak berusaha.

"Prinsip saya itu kalau keringat masih keluar, yakin rezeki pasti datang," katanya.

Ia mengingat setiap masa sulit dan tantangan yang dihadapinya, menegaskan bahwa itu bukanlah alasan untuk menyerah.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved