Sandri Rumanama: Pembangunan Kawasan Timur Bukan Lagi Sekadar Agenda Pelengkap
Sandri Rumanama menegaskan percepatan pembangunan Indonesia Timur harus jadi prioritas nasional melalui kebijakan adil dan terintegrasi.
Ringkasan Berita:
- Sandri Rumanama menegaskan percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia harus menjadi prioritas strategis nasional untuk mengatasi ketimpangan antarwilayah.
- Ia menilai Indonesia Timur memiliki potensi geopolitik dan sumber daya besar, namun masih terkendala infrastruktur, konektivitas, pendidikan, kesehatan, dan rendahnya nilai tambah ekonomi.
- Sandri mendorong sinergi pusat-daerah, penguatan infrastruktur dan SDM lokal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama menegaskan bahwa percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia harus menjadi prioritas strategis nasional.
Dia beralasan, hal tersebut guna mengatasi ketimpangan struktural antar wilayah.
Menurutnya, pembangunan Indonesia Timur tidak lagi cukup ditempatkan sebagai agenda pelengkap, melainkan sebagai fondasi penting masa depan pembangunan nasional.
Sandri menilai bahwa kawasan timur Indonesia memiliki posisi geopolitik dan potensi sumber daya yang sangat besar.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Baca juga: Jasindo Gandeng BPD Papua, Perluas Perlindungan Asuransi ke Timur Indonesia
“Selama ini Indonesia Timur masih dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dasar, konektivitas wilayah, kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, serta rendahnya nilai tambah ekonomi sumber daya alam. Kondisi ini membutuhkan pendekatan kebijakan yang lebih afirmatif dan terintegrasi,” ujar Sandri di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Sandri Rumanama yang juga Direktur Haidar Alwi Institute, menekankan bahwa percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia harus berpijak pada prinsip keadilan pembangunan dan pemerataan ekonomi, bukan semata-mata mengejar pertumbuhan statistik nasional.
Dia menilai, pembangunan yang berkeadilan harus mampu menyentuh kebutuhan riil masyarakat adat setempat serta mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Lebih lanjut, Sandri mendorong sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan arah pembangunan Indonesia Timur.
“Penguatan infrastruktur konektivitas, pengembangan sumber daya manusia lokal, serta hilirisasi sumber daya alam berbasis kearifan lokal dinilai sebagai pilar utama percepatan pembangunan kawasan timur,” kata dia.
Dia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dan keberlanjutan kebijakan agar pembangunan di Indonesia Timur tidak bersifat sporadis dan seremonial.
Baca juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Kelahiran Tertinggi, Didominasi Wilayah Timur Indonesia
Terlebih, tanpa perencanaan jangka panjang dan pengawalan kebijakan yang kuat, percepatan pembangunan dikhawatirkan tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Sandri juga optimistis, dengan komitmen politik yang kuat dan kebijakan yang terarah, percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia akan mendorong terciptanya keseimbangan pembangunan nasional.
“Indonesia Timur harus diposisikan sebagai pilar strategis pembangunan nasional. Jika dikelola dengan serius dan berkeadilan, kawasan ini dapat menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tandasnya. (*)