Selasa, 7 April 2026

Saksi Mata Teror di Kantor BPJS Denpasar: Penyerangan Terjadi Cepat dan Serampangan

Saksi mata mengungkap detik-detik kantor BPJS Denpasar diserang, penyerangan dikatakan terjadi secara cepat dan serampangan.

HO/IST/ist/Polsek Dentim
KANTOR BPJS DENPASAR DITEROR - Kantor BPJS Denpasar. Saksi mata mengungkap detik-detik kantor BPJS Denpasar diserang, penyerangan dikatakan terjadi secara cepat dan serampangan pada Sabtu 21 Februari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Kota Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, menggambarkan betapa cepatnya peristiwa teror terjadi di kantornya pada Sabtu 21 Februari 2026.
  • Menurutnya, para pelaku telah merencanakan aksi ini untuk menghindari identifikasi.
  • Penyerangan terjadi secara cepat dan serampangan.

 

TRIBUNNES.COM, DENPASAR – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Denpasar, di Jalan DI Panjaitan, Kota Denpasar jadi sasaran teror 20 orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu 21 Februari 2026 malam.

Tidak hanya melakukan perusakan, massa juga membentangkan spanduk bernada provokatif yang menyasar pucuk pimpinan Kota Denpasar

Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku tampak terorganisir dengan menggunakan masker dan helm. Gerombolan ini melakukan aksinya secara cepat.

Begitu tiba di lokasi, mereka langsung memasang spanduk di pintu gerbang sebelah utara dan selatan.

Spanduk berbahan kain putih polos tersebut bertuliskan “Wali Kota Pembohong” yang ditulis dengan cat semprot (pilok).

Sebelum meninggalkan lokasi, massa melempari area kantor dengan batu. Aksi ini berlangsung sekitar 15 menit.

Baca juga: Polisi Buru 20 OTK Bermasker yang Bentangkan Spanduk Wali Kota Pembohong di Kantor BPJS Denpasar  

Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, membenarkan adanya insiden teror tersebut. Berdasarkan laporan awal, massa yang datang berjumlah puluhan orang.

“Informasinya ada kelompok orang kurang lebih 20 orang datang ke kantor BPJS, memasang spanduk dan melempar batu,” ujar Kompol Tomiyasa kepada Tribun Bali, Minggu 22 Februari 2026.

Terkait kerusakan, Kompol Tomiyasa menjelaskan, lemparan batu tersebut tidak sampai menghancurkan bagian bangunan utama.

“Kerusakan hanya pada logo dari akrilik pecah. Untuk korban luka dalam peristiwa ini dipastikan tidak ada,” tuturnya.

 

Saksi Mata Security BPJS Kesehatan Cabang Denpasar

Security BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, I Made Sudiarta menyatakan, massa sempat berpindah dari pintu utara ke pintu selatan sebelum akhirnya melakukan pelemparan batu dan membentangkan spanduk.

 

Saksi Mata Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Kota Denpasar

Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Kota Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, menggambarkan betapa cepatnya peristiwa tersebut terjadi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved