Saksi Mata Teror di Kantor BPJS Denpasar: Penyerangan Terjadi Cepat dan Serampangan
Saksi mata mengungkap detik-detik kantor BPJS Denpasar diserang, penyerangan dikatakan terjadi secara cepat dan serampangan.
Mengingat eskalasi massa dan adanya pesan politik dalam spanduk yang dipasang, kasus ini langsung mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian.
Polda Bali Turun Tangan
Polda Bali telah turun tangan dengan menerjunkan tim Identifikasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Laporannya ke Polda tadi, tim Identifikasi dari Polda sudah olah TKP,” beber Kompol Tomiyasa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. Di antaranya batu yang digunakan untuk melempar kantor, spanduk bertuliskan “Wali Kota Pembohong” serta rekaman CCTV yang merekam jelas detik-detik kedatangan hingga pelarian para pelaku.
Pihak kepolisian kini memburu para pelaku berdasarkan petunjuk dari rekaman kamera pengintai dan keterangan saksi-saksi di lokasi.
“Awal pelaporan ditangani oleh Polresta Denpasar, sehingga unit identifikasi Polresta segera ke lokasi untuk melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti petunjuk,” beber Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy.
Dalam operasi pengamanan di TKP, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan dalam penyerangan tersebut.
“Ada satu buah batu ukuran besar dan tiga buah batu ukuran kecil yang digunakan untuk melempar kantor. Dua buah spanduk bertuliskan Wali Kota Pembohong dan Save APBD BPJS Untuk Rakyat Miskin,” paparnya.
Kombes Pol Sandy menyampaikan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 Wita.
Berdasarkan laporan awal, pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut berupaya menyembunyikan identitas mereka saat melancarkan aksinya.
“Pelaku saat ini masih dalam proses penyelidikan. Para pelaku diketahui menggunakan masker wajah untuk menghindari identifikasi petugas di lapangan,” ujar Kombes Pol Sandy.
Kejadian bermula ketika kelompok massa yang mengendarai sepeda motor mendatangi lokasi dan berteriak-teriak di depan kantor.
Kombes Sandy juga membenarkan adanya laporan masuk dari pihak BPJS.
“Ada laporan yang dilaporkan oleh Kabag SDM BPJS Cabang Denpasar. Berkas sudah kami kirim ke Ditreskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) untuk proses lanjut,” jelas Kombes Sandy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KANTOR-BPJS-KESEHATAN-DENPASAR-DISERANG-SABTU-MALAM.jpg)