Jumat, 10 April 2026

Polisi Tewas Dianiaya Polisi di Sulsel

Bripda Pirman Tersangka Utama Tewasnya Bripda DP, 5 Polisi Lainnya Masih Diperiksa

Bripda Pirman ditetapkan tersangka utama setelah ditemukan kesesuaian antara keterangan pelaku dan hasil pemeriksaan medis.

|
Editor: Dewi Agustina

"Iya tadi pak Kapolda bilang kalau sudah ada tersangka, tentu sebagai orang tua kami berterima kasih, kami hanya ingin keadilan," ujarnya.

Kronologi Penganiayaan

Dugaan penganiayaan terjadi di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Minggu (22/2/2026) subuh.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah Bripda DP diautopsi di RS Bhayangkara.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengatakan berdasarkan koordinasi sementara dengan Bidang Propam Polda Sulsel, ada enam polisi yang diperiksa.

Enam orang tersebut terdiri dari teman seangkatan dan senior Bripda DP.

"Sudah ada diperiksa di Polda sekarang, tiga, lettingnya juga dipanggil semua," ujar Aipda Muhammad Jabir saat ditemui di depan Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.

"Lettingnya tiga orang dan seniornya juga tiga orang," lanjutnya.

Dugaan penganiayaan mencuat setelah keluarga menemukan luka memar di tubuh almarhum.

Aipda Muhammad Jabir menyebut luka memar diduga akibat pukulan.

"Ada luka memar di perut, di sini (dada dekat leher) hitam, sama mulut keluar darah terus," ujarnya.

Sebagai anggota polisi, Aipda Muhammad Jabir menduga luka tersebut teridentifikasi kuat akibat pukulan.

"Kalau benda tumpul mungkin tidak ada, kalau bekas pukulan mungkin ada," jelasnya. 

Baru Sebulan Bertugas di Ditsamapta Polda Sulsel

Bripda DP (19), anggota Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas diduga akibat dianiaya seniornya.

Bripda DP adalah alumni SMA Negeri 1 Pinrang yang menyelesaikan pendidikan kepolisian pada 2025.

Ia baru sekitar satu bulan bertugas di Ditsamapta Polda Sulsel sebelum meninggal dunia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved