Anak Tewas Dianiaya Ibu Tiri
Orangtua NS Sering Bertengkar, Ibu Tiri Pernah Dilaporkan ke Polisi hingga Janji Bertobat
Terungkap orangtua NS (13) bocah tewas di Sukabumi yang diduga dianiaya ibu tiri ternyata sering bertengkar bahkan dilaporkan ke polisi.
Ringkasan Berita:
- Anwar Satibi (38) dan TR (47) orangtua dari NS (13) ternyata sering bertengkar.
- NS merupakan bocah asal Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal diduga dianiaya ibu tirinya, TR (47).
- TR bahkan dilaporkan ke polisi namun laporannya tak berlanjut karena TR memohon ke suaminya hingga janji bertobat.
- Kondisi keluarga NS ini dibongkar langsung oleh Haji Isep Dadang Sukmana, kakek angkat NS.
TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Haji Isep Dadang Sukmana, kakek angkat NS (13), mengungkapkan sering terjadi pertengkaran antara orangtua korban sebelum peristiwa penganiayaan terjadi.
NS merupakan bocah asal Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal diduga dianiaya ibu tirinya, TR (47).
Isep menyebut, ia kerap turun tangan menyelesaikan masalah antara ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), dengan TR.
"Saya kadang-kadang capek gitu kan melihat ribut bertengkarlah itulah inilah terus-terusan maka yang dipermasalahkan apa sih, masalah anak aja," kata Isep kepada Tribunnews.com di kediamannya di Kampung Pasirpulus, Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/2/2026).
Karena seringnya terjadi keributan, Isep akhirnya mengambil inisiatif untuk memindahkan NS ke lingkungan pendidikan yang lebih kondusif.
Ia menyarankan agar NS dimasukkan ke Pondok Pesantren Darul Ma'arif di Cibitung, tempat yang juga dibina oleh Isep.
Baca juga: Ibu Tiri yang Diduga Siksa Bocah di Sukabumi: Tuhan Maha Tahu, Aturan Negara Bisa Dibuat-buat
"Akhirnya saya memutuskan gini aja untuk untuk lebih adil supaya nyaman dua-duanya cobalah masukkan ke pesantren," ujar Isep.
Isep juga membeberkan fakta bahwa kekerasan terhadap NS sebenarnya sudah pernah terjadi sebelumnya.
Pada tahun 2025, kasus dugaan penganiayaan oleh ibu tiri ini sempat dilaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Ratu.
Namun, saat itu kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. TR memohon kepada suaminya agar laporan tidak dilanjutkan dan berjanji akan bertobat.
"Dia memohon kepada suaminya supaya jangan dilanjut, dia ikut tobat lah," ungkapnya.
Baca juga: Kasus Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi Naik ke Penyidikan, Bukti Dugaan KDRT Ibu Tiri Ditemukan
Isep pun memfasilitasi perdamaian tersebut dengan harapan situasi akan membaik.
"Eh ternyata sekarang kejadiannya seperti ini ya walaupun saat ini ya belum tahu siapa pelakunya apakah benar ibu tiri apakah bukan," tegasnya.
Saat NS dirawat di IGD Rumah Sakit Jampang Kulon sesaat sebelum meninggal pada Kamis (19/2/2026), Isep sempat berkomunikasi dengan korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Haji-Isep-Dadang-Sukmana-kakek-angkat-NS-bocah-tewas-sukabumi.jpg)