Kamis, 7 Mei 2026

Mendagri: Mal Pelayanan Publik Siola Permudah Akses Layanan, Masyarakat Tak Perlu Berpindah Kantor

Mendagri Tito Karnavian, mengatakan Mal Pelayanan Publik membantu masyarakat memperoleh layanan secara lebih cepat, transparan, dan efisien.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
MALL PELAYANAN PUBLIK - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri PKP Maruarar Sirait, dan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola, Surabaya. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut Mal Pelayanan Publik memudahkan masyarakat mengurus berbagai dokumen dalam satu tempat, sehingga lebih cepat, efisien, dan tidak perlu berpindah-pindah kantor.
  • Sistem pelayanan terpadu satu pintu membuat proses dan pembayaran lebih jelas serta terbuka, sehingga dinilai mampu menekan praktik korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
  • MPP Siola Surabaya menghadirkan layanan cepat seperti pengurusan PBG sekitar 15 menit.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan Mal Pelayanan Publik (MPP) membantu masyarakat memperoleh layanan secara lebih cepat, transparan, dan efisien.

Menurutnya, sebelum ada MPP, masyarakat harus berpindah dari satu kantor ke kantor lain untuk mengurus berbagai dokumen, yang tentu memakan waktu dan tenaga.

"Kalau masyarakat harus mengurus dari satu kantor ke kantor lainnya, akan memakan banyak waktu. Maka, dengan adanya MPP ini, semua outlet-outlet untuk membuat paspor, Dukcapil, membuat KK, termasuk pengurusan PBG itu semua di sini," ujar Tito melalui keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Hal itu disampaikan Tito saat menyoroti manfaat MPP Siola milik Pemerintah Kota Surabaya

Ia menambahkan, konsep pelayanan terpadu satu pintu di MPP memberikan kemudahan signifikan. 

Selain mempercepat proses, sistem ini dinilai membuat mekanisme pembayaran lebih jelas dan terbuka sehingga dapat mengurangi potensi praktik korupsi.

"Adanya MPP akan membantu masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, proses pembayarannya jelas, mengurangi korupsi, dan mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik," katanya. 

Salah satu contoh layanan cepat di MPP Siola adalah pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang disebut dapat diselesaikan sekitar 15 menit, dengan catatan dokumen pemohon telah lengkap. 

MPP SIOLA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, saat meninjau MPP Siola bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di MPP Siola, Kota Surabaya.
MPP SIOLA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, saat meninjau MPP Siola bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di MPP Siola, Kota Surabaya. (HO/IST)

InterActive Group menyampaikan, percepatan layanan tersebut turut didukung penerapan ekosistem antrean digital InterActive InterQue di MPP Siola.

Sistem ini dirancang untuk merapikan alur kedatangan pengunjung, mengurangi waktu tunggu, sekaligus meningkatkan transparansi proses layanan melalui mekanisme antrean yang otomatis.

Melalui InterQue, pengunjung memperoleh nomor antrean digital, kemudian dipanggil secara otomatis sesuai giliran.

Informasi antrean dan estimasi waktu layanan juga dapat dipantau secara real time, sehingga proses menunggu lebih terukur.

Di sisi petugas layanan, sistem antrean digital membantu mengurangi beban pengaturan antrean manual, sehingga fokus dapat diarahkan pada proses verifikasi dan penyelesaian layanan.

Dalam konteks layanan PBG, integrasi antrean dan manajemen layanan dinilai membantu mempercepat alur dari tahap penerimaan hingga proses administrasi.

Meski demikian, kecepatan penyelesaian tetap dipengaruhi kelengkapan dokumen pemohon serta kesiapan sistem layanan yang terintegrasi.

Selain PBG, MPP Siola merupakan pusat layanan terpadu yang menaungi beragam kebutuhan masyarakat—mulai dari perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan lain dari berbagai instansi dalam satu lokasi.

Model layanan satu pintu ini diharapkan memudahkan warga sekaligus mendorong standar layanan publik yang lebih seragam.

Terkait jam operasional, akun resmi MPP Surabaya mencantumkan layanan dibuka pada Senin–Kamis pukul 07.30–15.00 WIB, Jumat pukul 07.30–14.30 WIB, dan Sabtu pukul 09.00–12.00 WIB.

Jadwal dapat berbeda untuk layanan tertentu dan dapat berubah mengikuti ketentuan penyelenggara.

“Kami melihat kebutuhan akan layanan publik yang cepat dan tertata semakin meningkat. Melalui penerapan InterQue di MPP Siola Surabaya, kami berupaya mendukung pengelolaan antrean yang lebih rapi, transparan, dan terukur sehingga masyarakat dapat merasakan proses layanan yang lebih efisien,” ujar Kosim, Manajer Sales InterActive Group.

Ia menambahkan, sistem antrean digital ini dirancang untuk membantu petugas fokus pada proses verifikasi dan penyelesaian administrasi, termasuk pada layanan PBG.

“Kecepatan layanan tentu tetap bergantung pada kelengkapan dokumen dan kesiapan sistem yang terintegrasi, namun dengan dukungan teknologi, alur pelayanan dapat berjalan lebih optimal dan terkendali,” kata Kosim.

⁠InterActive Group berkomitmen untuk membantu Pemkot Surabaya dalam meningkatkan SPBE - Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dengan menyediakan solusi digital yang terintegrasi.

Ke depan, InterActive Group menyebut pengembangan layanan dapat diarahkan pada penguatan integrasi antrean digital, notifikasi layanan, serta dashboard pemantauan untuk mendukung efisiensi di lebih banyak unit layanan publik.

Berdiri sejak tahun 2001, InterActive Group hadir sebagai perusahaan Teknologi Informasi yang berpengalaman mendukung transformasi digital di berbagai sektor bisnis di Indonesia, mencakup B2B (Business to Business), B2G (Business to Government), dan B2C (Business to Consumer). (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved