Sabtu, 18 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Jalur Trans Sumatera Masih Rusak Jelang Mudik 2026, Korlantas Optimistis Perbaikan Selesai H-7

Mudik 2026 terganggu, jalan Trans Sumatra rusak parah! Korlantas optimistis perbaikan selesai H-7, pemudik tetap waspada.

TribunLampung.co.id
JALUR MUDIK RUSAK – Petugas BPJN Lampung melakukan perbaikan Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung, menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026, Selasa (24/2/2026). Korlantas Polri optimistis perbaikan jalur mudik Trans Sumatera rampung sebelum H-7. 
Ringkasan Berita:
  • Jalan Trans Sumatra berlubang, pemudik khawatir terlambat tiba.
  • Korlantas bergerak cepat, target perbaikan rampung H-7 Lebaran.
  • Hujan deras bikin ruas jalan rusak di berbagai daerah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri menemukan banyak jalan rusak di jalur Trans Sumatera, namun optimistis perbaikan rampung sebelum H-7.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan, selama pemantauan di lokasi, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat intensitas hujan tinggi, namun perbaikan terus dilakukan.

“Kata kunci dari Operasi Ketupat adalah kolaborasi. Kami sudah rapat, dan kemarin saya langsung cek ke Trans Sumatera. Memang masih ada jalan rusak, tetapi masih dalam proses perbaikan,” ujar Agus kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).

Agus menjelaskan, perbaikan jalan yang rusak atau berlubang dilakukan secara bertahap sepanjang kilometer 1 sampai 188, sehingga diperkirakan selesai sebelum H-7 Lebaran.

“Tetapi H-7 kemungkinan bisa selesai semuanya,” tambahnya.

Persiapan Operasi Ketupat untuk Arus Mudik

Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan kesiapan Polri menghadapi arus mudik melalui Operasi Ketupat, yang akan digelar untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

“Kemudian sebentar lagi kita semua juga akan melaksanakan kegiatan operasi kemanusiaan, Operasi Ketupat, di mana kita akan menghadapi arus mudik,” ujar Kapolri saat buka puasa bersama insan pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

Menurut Kapolri, mudik Lebaran merupakan agenda nasional tahunan yang membutuhkan perhatian serius seluruh instansi terkait agar berjalan aman dan lancar.

“Ini menjadi PR kita bersama, PR seluruh institusi, seluruh instansi terkait, dan biasanya menjadi agenda prioritas,” lanjutnya.

Tradisi Mudik dan Jaminan Keamanan Masyarakat

Kapolri menekankan bahwa tradisi mudik memiliki kekhasan tersendiri di Indonesia, sehingga perlu disertai jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

“Di satu sisi, ini tradisi mudik yang setiap tahun diselenggarakan bangsa kita. Mungkin di negara lain tidak ada atau jarang, tapi di Indonesia tradisi ini kuat,” katanya.

Polri ingin memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman berlangsung tanpa hambatan, memberikan rasa aman, dan menghadirkan kebahagiaan bagi para pemudik.

“Polri harus memberikan kepastian agar mudik aman, nyaman, dan tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri,” tambah Kapolri.

Baca juga: Dewan Pers Segera Temui Menko Airlangga Hartarto Buntut Kesepakatan Resiprokal RI-AS

Dampak Ekonomi Mudik bagi Daerah

Selain aspek keamanan, Kapolri menilai mudik Lebaran juga memiliki dampak ekonomi besar bagi daerah. Arus mudik diharapkan mendorong perputaran uang dari pusat ke desa, menciptakan multiplier effect bagi masyarakat lokal.

“Kami ingin mudik betul-betul mendorong perputaran uang dari pusat ke daerah, yang diharapkan menimbulkan efek ekonomi positif bagi masyarakat desa,” jelasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved