Kamis, 9 April 2026

Mengenal Bisnis Anjem, Jasa Antar Jemput dan Jastip di Kampus UNS Solo

Restu Bintang (23) menceritakan kisahnya mendirikan bisnis antar jemput di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah.

|
Tribunnews.com/Muhamad Deni Setiawan
ANJEM UNS - Driver Anjem UNS sesaat sebelum menjemput pelanggan dari asrama mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (27/2/2026). Kisah inspiratif menjalankan bisnis antar jemput yang kemudian disingkat Anjem UNS, di Solo. 

Ringkasan Berita:
  • Restu Bintang (23) menceritakan kisahnya mendirikan bisnis antar jemput di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah.
  • Ia mendirikan bisnisnya pada Maret 2024 lalu setelah mendapatkan inspirasi saat mengunjungi temannya di Semarang.
  • Saat ini, Anjem UNS sudah berkembang pesat dengan memiliki 52 mitra driver dan lebih dari 9.000 pelanggan.

TRIBUNNEWS.COM - Ide bisnis bisa datang dari mana saja, salah satunya dari titik keramaian seperti di kampus.

Peluang semacam ini kemudian ditangkap dengan baik oleh Restu Bintang (23), alumnus program studi (prodi) D4 Demografi dan Pencatatan Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah.

Kepada Tribunnews.com, Restu menceritakan inspirasinya menjalankan bisnis antar jemput yang kemudian disingkat Anjem UNS.

Owner Anjem UNS itu, mulai menjalankan bisnisnya pada Maret 2024 lalu, setelah mendapatkan inspirasi dari kawan-kawannya saat sedang berkunjung ke Semarang.

"Saya main ke Semarang, terus ngobrol-ngobrol dengan teman-teman di Semarang. Terus kok katanya di sana sudah agak rame bisnis Anjem ini, sedangkan dari aku sendiri lihat di UNS, di Solo kok belum ada ya jasa semacam ini," ujar Restu, Senin (23/2/2026).

Ia merasa heran lantaran lingkungan UNS juga memiliki kepadatan penduduk yang tak kalah banyak dengan kampus-kampus di daerah lain.

Kampus induk UNS yang terletak di pinggiran Kota Solo bagian timur laut, tepatnya di tepi Sungai Bengawan Solo itu setidaknya memiliki lebih dari 30.000 ribu mahasiswa.

Dari situ, Restu yang saat itu masih berkuliah mulai membuka jasa Anjem. Ia menjalankan sendiri bisnisnya itu hingga akhir tahun 2024.

Setelah dirinya mulai keteteran karena pelanggan makin banyak, Restu akhirnya memutuskan untuk merekrut driver dari luar.

"Akhirnya seiring waktu berjalan, seiring tambahnya customer juga, akhirnya bisa sebanyak ini sekarang," ungkapnya.

Perkembangan Bisnis Anjem UNS

Setelah hampir dua tahun berjalan, bisnis Anjem UNS berkembang sedemikian rupa hingga memiliki 52 driver dan mempunyai lebih dari 9.000 pelanggan.

Baca juga: Bos Maxim Lepas Jas, Turun Jadi Ojol untuk Cek Kondisi Lapangan

Secara struktur bisnis, Restu, yang saat ini bermukim di Jakarta, menjelaskan bahwa dirinya bukan hanya bekerja bersama driver.

Pria kelahiran tahun 2003 itu, juga dibantu oleh staf administrasi dan sosial media (sosmed).

"Di bawah saya ada satu admin yang memang saya pasrahkan untuk mengurus operasionalnya di Solo karena saya sendiri sekarang domisilinya sudah enggak di Solo."

"Jadi saya meng-handle satu admin untuk mengurus operasional di Solo. Terus ada tim sosmed dan mitra driver," tuturnya.

Anjem UNS - Driver Anjem UNS saat mengikuti acara Ramadhan Gathering pada Rabu (25/2/2026).
Anjem UNS - Driver Anjem UNS saat mengikuti acara Ramadhan Gathering pada Rabu (25/2/2026). (HO/IST)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved