Senin, 20 April 2026

RSUD Kota Bima Naik Jadi Tipe C, Menkes: Bisa Pangkas Rujukan Pasien ke Luar Daerah

Rumah sakit ini akan dilengkapi CT Scan, Cath Lab, laboratorium patologi anatomi, hingga immunohistochemistry untuk diagnosis kanker.

Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
RSUD KOTA BIMA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Jumat (27/2), meninjau progres revitalisasi RSUD Kota Bima yang telah dimulai sejak Mei 2025. Rumah sakit tersebut kini naik tingkat dari tipe D menjadi tipe C dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026. 

Ringkasan Berita:
  • RSUD Kota Bima NTB naik tingkat dari tipe D menjadi tipe C dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026. 
  • RSUD Kota Bima akan dilengkapi alat canggih dan modern untuk 5 penyakit penyebab kematian tertinggi seperti kanker, jantung, stroke, ginjal serta ibu dan anak.
  • Pembangunan RSUD Kota Bima merupakan bagian dari Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, meninjau progres revitalisasi RSUD Kota Bima yang telah dimulai sejak Mei 2025. 

Rumah sakit tersebut kini naik tingkat dari tipe D menjadi tipe C dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026. 

Budi menyebut, fasilitas ini diharapkan bisa memangkas rujukan pasien ke luar daerah karena dapat menangani kasus-kasus berat secara mandiri.

Ia mencontohkan kasus stroke.  Sebelumnya, karena tidak tersedia CT scan, sekitar 90 persen pasien harus dirujuk. 

Dengan fasilitas yang kini dilengkapi, angka rujukan diperkirakan dapat ditekan menjadi hanya 5–10 persen.

Baca juga: Tekan Penularan Campak, Menkes Drop Vaksin MR Tambahan ke Ratusan Daerah

"Kalau bisa, tidak ada rujukan. Semua selesai di masing-masing kabupaten/kota. Kecuali yang benar-benar kompleks, itu pun harusnya di bawah 10 persen,” kata kata dia saat ditemui Jumat (27/2).

Mantan dirut Bank Mandiri ini menjelaskan, RSUD Kota Bima akan dilengkapi alat canggih dan modern untuk 5 penyakit penyebab kematian tertinggi seperti kanker, jantung, stroke, ginjal serta ibu dan anak.

Rumah sakit ini akan dilengkapi CT Scan, Cath Lab, laboratorium patologi anatomi, immunohistochemistry untuk diagnosis kanker, dan Cytotoxic Drug Cabinet untuk kemoterapi. 

Maupun hemodialisa juga akan dibangun untuk pasien ginjal kronis.

"Dengan adanya rumah sakit ini, kalau ada penyakit stroke, jantung, kanker, ginjal, ibu dan anak harus bisa selesai dirawat di sini," tegas dia.

Ditambahkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan revitalisasi RSUD Kota Bima.

Ia menilai peningkatan fasilitas dan layanan rumah sakit bisa menjawab persoalan kesehatan masyarakat Bima dan Dompu.

Menurutnya, ada tiga penyakit terbesar yang paling banyak dialami warga Bima dan Dompu, yakni stroke, jantung, dan ginjal. 

Ketiganya merupakan penyakit yang bersifat time-sensitive atau membutuhkan penanganan cepat untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved