Sabtu, 25 April 2026

Tekan Penularan Campak, Menkes Drop Vaksin MR Tambahan ke Ratusan Daerah

Menkes minta dukungan kepala daerah, tenaga kesehatan, serta tokoh agama untuk bersama-sama mendorong percepatan imunisasi di wilayah masing-masing.

Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
DISTRIBUSI VAKSIN CAMPAK - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan mendistribusikan vaksin campak rumbella (MR) tambahan di ratusan kota/kabupaten untuk mencegah kematian anak akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Hal ini disampaikan di sela-sela kunjungan ke RSUD Kota Bima, NTB, Jumat (27/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tren kasus campak meningkat secara global termasuk Indonesia
  • Pada tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen)
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan seluruh anak usia di bawah lima tahun (balita) telah mendapatkan imunisasi MR lengkap paling lambat Juni tahun ini

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan mendistribusikan vaksin campak rumbella (MR) tambahan di ratusan kota/kabupaten untuk mencegah kematian anak akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.

Hal itu disampaikan Menkes Budi di sela-sela kunjungan ke RSUD Kota Bima, NTB, Jumat (27/2/20026).

"Saya sudah mengambil keputusan 100 kabupaten kota, kami akan drop vaksin banyak. Campak itu sudah ada vaksinnya. Jadi sudah ada imunisasinya," urai Menkes. 

Ia mengaku terkejut karena tren kasus campak meningkat secara global termasuk Indonesia.

Karena itu, Budi menegaskan, tidak boleh lagi ada anak yang meninggal akibat campak.

Baca juga: Waspada Penyakit Campak, Menkes Ingatkan Risiko Kematian Anak Lebih Tinggi dari Covid-19

"Jangan lagi ada anak yang harus meninggal gara-gara campak. Karena sudah ada vaksinnya," harap mantan dirut Bank Mandiri ini.

Menkes meminta dukungan kepala daerah, tenaga kesehatan, serta tokoh agama untuk bersama-sama mendorong percepatan imunisasi di wilayah masing-masing.

"Saya butuh bantuan teman-teman dari Puskesmas, RSUD, Bupati, Wali Kota untuk mendorong. Tolong dibantu dijelaskan bahwa imunisasi itu penting, pemuka agama, Pak Bupati, Pak Wali Kota. Mari bersama-sama mendorong warganya imunisasi," harap dia.

Dirinya menargetkan seluruh anak usia di bawah lima tahun (balita) telah mendapatkan imunisasi MR lengkap paling lambat Juni tahun ini.

Menurutnya, pencegahan campak bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata. 

Saat cakupan imunisasi tinggi di seluruh wilayah maka rantai penularan penyakit campak bisa dihentikan.

Merujuk data Kemenkes, pada 2025, ada 116 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi lab di 89 kabupaten-kota di 16 provinsi. 

Lima provinsi KLB terbanyak pada 2025 yakni Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Kemudian, hingga Februari 2026, ada 13 KLB campak konfirmasi di 9 kabupaten-kota di 6 provinsi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved