Kamis, 7 Mei 2026

10 Jenazah Tak Teridentifikasi Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Massal

Warga langsung berkumpul saat iring-iringan ambulans yang membawa peti mati tiba di Pemakaman Tanah Mati.

Tayang:
Editor: Erik S
Tribunnews.com/Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
Pemakaman massal korban longsor Desa Pasirlangu di Pemakaman Tanah Mati, Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 10 jenazah korban longsor Desa Pasirlangu dimakamkan dalam satu liang lahat di Pemakaman Tanah Mati, Jumat (27/2/2026).
  • Jenazah tersebut belum teridentifikasi setelah hasil tes DNA tidak cocok dengan data 80 warga yang dilaporkan hilang.
  • Salah satu warga, Ai Siti Maryani, masih berharap cucunya yang hilang menjadi bagian dari korban yang ditemukan.

TRIBUNNEWS.COM, NGAMPRAH- 10 jenazah dengan 10 peti mati korban longsor Desa Pasirlangu dikuburkan dalam satu liang lahat di Pemakaman Tanah Mati, Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Jumat (27/2/2026).

Pemakaman dihadiri oleh ratusan warga. Sebagian dari mereka adalah orang yang datang karena keluarganya masih hilang akibat terjangan longsor pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Warga langsung berkumpul saat iring-iringan ambulans yang membawa peti mati tiba di Pemakaman Tanah Mati.

Satu persatu peti mati diturunkan lalu dikumpulkan tak jauh dari liang lahat.

Salat jenazah pun langsung digelar saat seluruh peti mati tersusun rapi. Pelaksanaan salat terlihat begitu khidmat.

Setelah salat jenazah dilaksanakan, satu per satu peti jenazah diangkat kemudian dimasukkan dalam satu liang lahat dengan lebar sekitar 1,7 meter dan panjang sekitar 7 meter.

 "Pemakaman ini diawali, tadi pagi kami menerima penyerahan 10 jenazah dari Rumah Sakit Sartika Asih. Tadi serah terima pagi-pagi jam 10. Lanjut kita ke sini, salat Jumat, setelah salat Jumat baru ke pemakaman ini," kata Sekda Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir di lokasi.

Ade mengungkapkan, jenazah yang dilakukan pemakaman massal tersebut merupakan jenazah yang statusnya belum teridentifikasi.

Pemeriksaan dari tim DVI, 10 DNA jenazah tersebut tidak ada yang cocok dengan DNA warga yang dilaporkan hilang akibat longsor. 

"Jadi dari temuan Basarnas, diidentifikasi oleh tim DVI dengan berbagai metode tentunya, pengenalan fisik dan lain sebagainya.

 Di akhir sudah diambil sampel DNA-nya. Sampai kemarin barangkali belum ada sampel DNA yang cocok sehingga dikategorikan tidak teridentifikasi," ungkapnya.

Ade Zakir menambahkan, ada 80 warga Desa Pasirlangu yang dilaporkan hilang dan diduga terkubur material longsor. Dalam tiga minggu pencarian, ada 64 warga yang berhasil diidentifikasi dan berada pada daftar 80 orang yang dilaporkan hilang atau berstatus dalam pencarian.

Baca juga: 80 Warga Dinyatakan Hilang, Pencarian Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Fokus di Dua Titik

"Jadi 64 teridentifikasi dan sekarang 10 yang belum teridentifikasi, tapi belum ada kepastian barangkali apakah ini warga (Pasirlangu) atau bukan. Sehingga kita siapkan batu nisan Post Mortem (PM) nomor sekian, nomor sekian, nomor sekian. Jika nanti ke depan diketahui ada data atau fakta yang baru, atau ada tes DNA yang cocok, barangkali tinggal mengganti batu nisan," tandasnya.

Kehilangan 7 Saudara

Ai Siti Maryani (49) terlihat gontai saat mendatangi pemakaman massal di Pemakaman Tanah Mati, Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (27/2/2026) siang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved