Minggu, 12 April 2026

Raihan Mufazzar Rencanakan Bunuh Mahasiswi UIN Riau Sejak 2025, Korban Diselamatkan Satpam Kampus

Mahasiswi UIN Suska Riau, Farradhilla Ayu, dibacok saat menunggu sidang skripsi di kampus akibat motif sakit hati yang direncanakan sejak 2025.

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswi UIN Riau dibacok kekasihnya menggunakan senjata tajam saat menunggu sidang skripsi akibat motif sakit hati.
  • Pelaku yang telah merencanakan pembunuhan sejak akhir 2025 berhasil ditangkap petugas keamanan kampus di lokasi kejadian.
  • Kini pelaku terancam 17 tahun penjara, sementara korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus pembacokan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau mencoreng keamanan pendidikan di Indonesia.

Kampus tersebut berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Pembacokan dialami mahasiswi bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23) saat menunggu sidang skripsi di sebuah ruangan di UIN Riau pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Korban sempat melawan dan lari ke lorong untuk menyelamatkan diri.

Petugas keamanan kampus dapat mengamankan pelaku sehingga korban dapat dievakuasi ke rumah sakit.

Pelaku bernama Raihan Mufazzar (21) mengaku sebagai pacar korban dan sakit hati cintanya dipermainkan.

Mereka sempat berada di satu posko Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan Raihan sudah merencanakan aksi pembunuhan sejak 2025.

"Pengakuan pelaku ada niat dari November 2025 untuk melakukan ini (pembunuhan). Namun baru dilaksanakan kemarin Kamis," bebernya.

Raihan membawa dua senjata tajam dari rumah ke sekolah yakni kapak serta parang.

Kapak sempat diasah sebelum digunakan untuk membacok korban.

Baca juga: Mahasiswi UIN Suska Riau Korban Pembacokan Sudah Sadar: Bagian Tubuh Ini Luka-luka 

Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman 17 tahun penjara.

"Kita tambahkan pasal perencanaan pembunuhan dan penganiayaan berat, ancaman hukuman 17 tahun," lanjutnya.

Hasil pemeriksaan urine tak menunjukkan pelaku mengkonsumsi narkoba.

"Nanti kita ajukan ke psikiater dulu untuk pemeriksaan kejiwaan," sambungnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved