Selasa, 9 Juni 2026

Pembacok Mahasiswi UIN Suska Riau Raihan Mufazzar Sempat Terpikir Akhiri Hidup, Kini Salat Taubat

Raihan Mufazzar mendapat pendampingan psikologi di Polresta Pekanbaru, Senin (2/3/2026).

Tayang:
Editor: Willem Jonata
Istimewa/Kolase: TribunPekanbaru.com/Istimewa
KASUS PEMBACOKAN - (Kiri) Tampang Raihan Muzafar (21), pembacok Farradhila Ayu Pramesti (23), mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, pada Kamis (26/2/2026) pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Raihan Mufazzar, mahasiswa tersangka pembacokan mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, menyesali perbuatannya
  • Di tahanan, Raihan ingin melaksanakan salat taubat
  • Tekanan mental yang hebat membuat Raihan sempat ingin bunuh diri usai menganiaya korban, Farradhilla Ayu Pramesti (23)

 

TRIBUNNEWS.COM - Raihan Mufazzar, mahasiswa tersangka pembacokan mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, sempat terpikir mengakhiri hidupnya. 

Hal itu terungkap dalam sesi pendampingan psikologi di Polresta Pekanbaru, Senin (2/3/2026).

Kondisi kejiwaan Raihan dibedah oleh tim Bagian Psikologi Biro SDM Polda Riau guna memahami motif dan dinamika emosinya secara komprehensif.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengungkapkan bahwa saat ini Raihan menunjukkan rasa penyesalan yang sangat dalam.

"Tersangka melafalkan Surah Al-Kafirun dan Ayat Kursi. Ia juga menyampaikan keinginannya untuk melaksanakan salat taubat dan membaca buku-buku agama selama berada di tahanan," ujar Pandra.

Pandra juga membenarkan bahwa tekanan mental yang hebat membuat Raihan sempat ingin bunuh diri usai menganiaya korban, Farradhilla Ayu Pramesti (23), pada Kamis (26/2) lalu.

Namun, niat tersebut berhasil diredam.

Baca juga: Motif Raihan Bacok Farra Mahasiswi UIN Suska: Tak Terima Dicampakkan Korban yang Mau Fokus Skripsi

Berdasarkan asesmen psikologis yang dipimpin AKBP Dr. Winarko, terungkap bahwa Raihan memiliki kepribadian yang tertutup atau introvert.

Hal yang paling memprihatinkan adalah pengakuannya yang tidak pernah merasakan kehangatan dalam lingkungan keluarganya.

Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara dengan ayah yang bekerja sebagai tukang bangunan, Raihan cenderung memendam masalahnya sendiri.

"Dia menyampaikan bahwa seharusnya jika ada persoalan, ia bercerita mencari jalan keluar, bukan memendamnya sendiri," tambah Pandra.

Masalah pribadinya memuncak saat hubungannya dengan korban merenggang pada akhir 2025.

Meski tidak berpacaran, keduanya diketahui memiliki kedekatan khusus yang kemudian memicu konflik emosional hingga berujung pada aksi pembacokan di lantai dua Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska.

Terancam 17 Tahun Penjara

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah mengungkapkan Raihan terancam hukuman hingga 17 tahun penjara.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved