Selasa, 9 Juni 2026

Jokowi Bocorkan Dua Isu Besar yang Dibahas Bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka

Jokowi sampaikan dua isu besar yang dibahas di Istana Merdeka bersama Presiden Prabowo dan para mantan presiden pada Selasa (3/3/2026).

Tayang:
Tribunnews.com/Taufik Ismail
PERTEMUAN DI ISTANA MERDEKA - Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, (3/3/2026). Jokowi sampaikan dua isu besar yang dibahas di Istana Merdeka bersama Presiden Prabowo dan para mantan presiden pada Selasa (3/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadiri pertemuan penting dengan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah mantan pemimpin negara di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
  • Dalam pertemuan itu, Jokowi membahas dua isu besar.
  • Yakni keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP) dan tarif ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS).

 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya bicara soal pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah mantan pemimpin negara di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyebut ada dua isu besar yang dibahas.

Pertama keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP) dan kedua, tarif ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS).

“Beliau Bapak Presiden menjelaskan mengenai 2 hal besar yaitu mengenai masuknya Indonesia ke Board of Peace dan yang kedua mengenai tarif dagang,” jelas Jokowi saat ditemui di kediamannya, Jumat (6/3/2026).

Jokowi menegaskan, keikutsertaan Indonesia di BoP menunjukkan komitmen negara dalam mendorong dialog internasional dan menjaga perdamaian dunia.

“Yang pertama BoP beliau menyampaikan bahwa kita berada di dalam forum itu untuk membangun sebuah dialog yang baik agar dunia menjadi lebih damai,” terangnya.

Baca juga: Mamah Dedeh, Ustaz Adi Hidayat, Hingga Eks Pentolan 212 Temui Prabowo di Istana Negara

Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu suara penting dalam forum global untuk stabilitas dan perdamaian, sekaligus memperkuat peran diplomasi negara di tingkat internasional.

Selain isu perdamaian, Jokowi juga menyoroti keberhasilan Indonesia mendapatkan tarif nol persen untuk ribuan item ekspor ke Amerika Serikat.

“Yang kedua mengenai tarif beliau jelaskan tarif justru yang lebih banyak adalah yang nol persen. Ada 1800 item commodity barang yang diberikan bebas tarif nol persen. Ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat,” jelasnya.

Kebijakan ini berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Saat ini, Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan AS senilai sekitar USD 18 miliar, sebuah prestasi yang menurut Jokowi layak dibanggakan.

“Kemudian pentingnya tarif bagi kita karena ekspor kita ke Amerika semakin banyak. Kita dengan Amerika sudah surplus seingat saya kurang lebih 18 billion US Dollar. Saya kira ini angka yang sangat besar. Dan itu bisa kita tingkatkan lagi,” tambahnya.

 

Forum Tokoh Nasional: Saling Memberi Masukan

Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Budiono, hingga mantan Menteri Luar Negeri.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved