Senin, 1 Juni 2026

Mahasiswi Uncen Meninggal di RSUD Yowari, Keluarga Soroti Dugaan Lambatnya Penanganan Medis

Mahasiswi Martina Biri meninggal di RSUD Yowari. Keluarga menilai korban terlambat mendapat penanganan medis

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribun Papua/istimewa
PELAYANAN KESEHATAN - Tangkap layar siaran langsung akun Facebook Raimond saat keluarga korban menyampaikan kronologi meninggalnya mahasiswa asal Yahukimo di RSUD Yowari, Minggu (8/3/2026). Keluarga menuntut pihak rumah sakit karena dinilai mengabaikan pasien hingga meninggal. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa Martina Biri (22) meninggal di RSUD Yowari setelah sempat beberapa kali dibawa berobat oleh keluarga 
  • Pihak keluarga menilai korban terlambat mendapat penanganan medis karena diminta mengurus administrasi dan kendala BPJS 
  • Manajemen rumah sakit menyampaikan duka cita serta berjanji menyelidiki kejadian itu melalui pemeriksaan rekam medis dan CCTV.

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Kematian seorang mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo di RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (8/3/2026) mematik perhatian publik.

Mahasiswa tersebut diketahui bernama Martina Biri (22), mahasiswa semester 8 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih (Uncen).

Warga asal Kabupaten Yahukimo dan selama menempuh pendidikan di Kota Jayapura tinggal di kawasan Hawai, belakang SPBU.

Saat ini jenazah almarhum disemayamkan di Asrama Mahasiswa Distrik Sela, Sentani, Yahim BTN Joko Indah, sambil menunggu keputusan lanjutan dari pihak keluarga.

Kasus ini mencuat setelah keluarga korban menyampaikan kronologi kejadian melalui siaran langsung di akun Facebook Raimond berdurasi sekitar 1 jam 24 menit, yang kemudian mendapat perhatian luas.

Kronologi Versi Keluarga : 

13 Februari 2026: Pertama Kali Berobat

Keluarga menjelaskan bahwa Martina Biri pertama kali dibawa ke RSUD Yowari pada 13 Februari 2026 karena mengalami sakit.

Saat itu pasien menjalani pemeriksaan oleh tenaga medis dan diberikan obat. Setelah itu pasien dipulangkan dengan anjuran agar kembali ke rumah sakit jika kondisi kesehatannya memburuk.

Baca juga: Rekam Jejak Kejahatan Meno Heluka, Terduga Anggota KKB Yahukimo yang Ditangkap Satgas ODC

“Waktu pertama kali datang 13 Februari dia diperiksa dan diberikan obat, lalu kami diminta pulang. Katanya kalau sakit lagi baru datang ke rumah sakit,” ujar salah satu keluarga.

4 Maret 2026: Kondisi Memburuk

Pada 4 Maret 2026, keluarga kembali membawa Martina Biri ke RSUD Yowari karena mengalami demam tinggi dan kondisi tubuh yang semakin lemah.

Keluarga mengaku telah meminta agar pasien segera dipasang infus karena kondisi tersebut dianggap memerlukan penanganan medis cepat.

Namun menurut keluarga, permintaan itu tidak langsung dipenuhi. Mereka diminta terlebih dahulu mengurus administrasi di bagian administrasi rumah sakit.

“Kami sudah minta supaya pasien dipasang infus karena panasnya tinggi dan tensinya juga tinggi, tapi waktu itu tidak dilakukan. Kami diminta ke ruangan administrasi untuk urus administrasi,” kata perwakilan keluarga.

Kendala lain muncul karena kartu BPJS pasien terdaftar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sehingga tidak dapat langsung digunakan di RSUD Yowari.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved