Mudik Lebaran 2026
Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk 18 Km, Polisi Atur Titik Kepadatan Kendaraan
Kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali mengular hingga 18 km akibat penumpukan kendaraan yang menunggu kapal penyeberangan
Ringkasan Berita:
- Kemacetan panjang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk dengan antrean kendaraan mencapai sekitar 18 kilometer
- Kepadatan dipicu penumpukan kendaraan yang menunggu kapal penyeberangan menuju Jawa
- Polisi bersama otoritas pelabuhan melakukan pengaturan lalu lintas serta pengantongan kendaraan untuk mengurai kemacetan
TRIBUNNEWS.COM, BALI - Korlantas Polri menyebut hingga saat ini antrean kendaraan yang mengakibatkan terjadinya macet "horor" di Pelabuhan Gilimanuk untuk keluar dari Bali masih cukup panjang.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal kemacetan panjang itu disebabkan karena antrean kendaraan yang akan masuk ke dalam kapal.
"Yang jadi masalah adalah penyeberangannya. Mereka ini antri menunggu kapal mau menyeberang," kata Faizal saat dihubungi, Senin (16/3/2026).
Sementara itu, data termutakhir pada Senin (16/3/2026) sekira pukul 16.00 WITA, arus lalu lintas (lalin) penyeberangan keluar Bali menuju Jawa sangat padat.
"Ekor antrian dari arah Denpasar sampai Jembatan Persil Desa Melaya, Kec. Melaya dengan jarak +/- 18 km sedangkan dari arah Singaraja sampai Hutan Cekik dengan jarak +/- 6 km dari Pelabuhan Gilimanuk," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy dalam keterangannya.
Baca juga: Jadwal Penutupan Pelabuhan Gilimanuk Hari Raya Nyepi 2026, Pemudik Lebaran 2026 Diimbau Lebih Awal
Ariasandy menuturkan dengan kondisi saat ini telah dilakukan pengaturan mempercepat kendaraan prioritas.
Kemudian, melakukan pengantongan pada Terminal Cargo Gilimanuk dan Jembatan Timbang Cekik. Selain hal tersebut dilakukan pengalihan arus Truk Besar yg semula melalui parkir Manuver dirubah lurus langsung menuju parkir LCM Gilimanuk.
"Sementara anggoya masih tetap melakukan pengaturan di lapangan agar kendaraan tertib antrian," ucapnya.
Ia menyebut di dalam area Pelabuhan Gilimanuk, seluruh parkiran dermaga MB 1, 2, 3, 4 dan LCM maupun parkir Terminal Manuver telah terisi penuh yang didominasi Kendaraan Pribadi, sedangkan untuk atrian sepeda motor Nihil.
"Adapun Kapal yang beroperasi sampai untuk 16.00 WITA sebanyak 33 unit," jelasnya.
Kemenhub Tambah Armada
Untuk informasi, Kemacetan parah terjadi di jalur menuju pelabuhan Gilimanuk, Jembrana Bali. Antrean kendaraan mengulat hingga puluhan kilometer yang menyebabkan sejumlah pengemudi pingsan.
Terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya terus berupaya mengurai kemacetan yang terjadi. Koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah instansi untuk menyusun langkah dalam mengurai penumpukan kendaraan, diantaranya kepolisian, operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.
“Kementerian Perhubungan terus berupaya memastikan seluruh layanan transportasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Kami juga mendorong percepatan berbagai langkah operasional di lapangan untuk mempercepat penguraian kepadatan kendaraan dan penumpang di kawasan Gilimanuk, sehingga mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik," katanya di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Dudy mengatakan telah memerintahkan Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat turun langsung ke Gilimanuk untuk mempermudah koordinasi yang dilakukan dalam mengurai kemacetan tersebut.
Baca juga: Macet Horor di Jalur Menuju Pelabuhan Gilimanuk, Gapasdap Usul Penambahan Kapasitas Dermaga
Hingga hari ini kata dia, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau padat, dengan dominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MACET-PARAH-GILIMANUK.jpg)