Rabu, 6 Mei 2026

5 Populer Regional: Sosok Kapolresta Cilacap Masuk Daftar Penerima THR - Anak Anggota DPRD Tewas

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono terseret kasus pemerasan THR Bupati, sementara mahasiswi Maria Naibaho ditemukan tewas misterius

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
  • Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam.
  • Dimulai dari Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, terseret kasus dugaan pemerasan THR terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan diketahui memiliki harta Rp2,3 miliar.
  • Kemudian ada seorang mahasiswi UNIMED bernama Maria Agustina Naibaho (22), anak anggota DPRD Tebing Tinggi, ditemukan tewas di kamar kosnya di Medan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari sosok Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono.

Namanya ikut terseret dalam kasus pemerasan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terkait Tunjangan Hari Raya (THR).

Kombes Pol Budi Adhy diketahui memiliki harta sebanyak Rp2,3 miliar.

Kemudian ada kasus anak anggota DPRD Tebing Tinggi ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di Kota Medan, Sumatra Utara.

Korban bernama Maria Agustina Naibaho (22), mahasiswi semester 8 Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Kematian korban masih diselimuti misteri, keluarga menilai tewasnya Maria janggal sehingga meminta polisi turun tangan.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Sosok Kombes Budi Adhy Buono, Kapolresta Cilacap Masuk Daftar Penerima THR Bupati, Hartanya Rp2,3 M

KASUS PEMERASAN - (Kiri) Bupati Cilacap periode 2025–2030, Syamsul Auliya Rachman, dan Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, resmi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dan dilakukan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026) malam dan (Kanan) Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono.
KASUS PEMERASAN - (Kiri) Bupati Cilacap periode 2025–2030, Syamsul Auliya Rachman, dan Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, resmi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dan dilakukan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026) malam dan (Kanan) Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono. (Kolase Tribunnews.com/Kolase: Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama dan Dok. Polresta Cilacap)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar pihak-pihak yang menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Bupati Cilacap Syamsul sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (KPK) pada Jumat (13/3/2026).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melakukan pemerasan terhadap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk setor THR.

THR tersebut kemudian Bupati Cilacap Syamsul bagikan ke sejumlah instansi yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu menjelaskan, salah satunya adalah Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono.

"Diperoleh informasi bahwa uang tersebut bahkan sudah di goodie bag ya itu untuk Forkopimda. Salah satu Forkopimda itu adalah Polres gitu ya. Kapolres di situ (Cilacap)," katanya, dikutip dari kanal YouTube KPK RI, Senin (16/3/2026).

Asep melanjutkan, setiap goodie bag berisi jumlah uang berbeda-beda, ada yang Rp20 juta hingga Rp100 juta.

Sementara terkait kasus ini, sudah ada 2 orang jadi tersangka.

Mereka Bupati Cilacap Syamsul dan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Sadmoko Danardono.

Saat ini, Syamsul dan Sadmoko telah ditahan di rumah tahanan KPK untuk masa penahanan awal selama 20 hari.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Sosok Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, ia merupakan lulusan Akademi Polisi (Akpol) 2002.

Selama di Polri, ia menduduki sejumlah jabatan strategis di wilayah hukum Indonesia.

Baca selengkapnya.

2. Wabup Ammy Amalia Ditunjuk Jadi Plt Bupati Cilacap, Ini Rekam Jejaknya

DITUNJUK JADI PLT- Wakil Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya diberikan surat tugas sebagai Plt Bupati Cilacap dari Gubernur Jawa Tengah di Aula BPKAD Cilacap, Minggu (15/3/2026)
DITUNJUK JADI PLT- Wakil Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya diberikan surat tugas sebagai Plt Bupati Cilacap dari Gubernur Jawa Tengah di Aula BPKAD Cilacap, Minggu (15/3/2026) (Tribunnews.com/TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum)

Wakil Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya resmi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap.

Ammy Amalia menjadi Plt karena Bupati Cilacap defenitif Syamsul Auliya Rachman ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi mewanti-wanti jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap agar memastikan seluruh bentuk pelayanan kepada warga tidak terganggu dan berjalan sebagaimana mestinya.

Instruksi penting ini diteruskan oleh Iwanuddin Iskandar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Jawa Tengah, tatkala bersilaturahmi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah Kabupaten Cilacap, pada Minggu (15/3/2026).

Iwanuddin menekankan bahwa urusan pelayanan masyarakat tetap memegang porsi prioritas tertinggi di tubuh pemerintah kabupaten, terlepas dari pusaran dinamika hukum yang tengah melanda pucuk pimpinan.

“Yang paling penting adalah pelayanan masyarakat tidak boleh terganggu. Urusan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan publik lainnya harus tetap berjalan,” kata Iwanuddin menyampaikan pesan gubernur.

Iwanuddin juga menggarisbawahi betapa krusialnya menjaga kekompakan antar-elemen di lingkungan pemerintahan daerah demi kelancaran roda birokrasi.

Baca selengkapnya.

3. Polisi di Sinjai Sulsel Jadi DPO Setelah Mengundurkan Diri, Polres: Masa Dinas Masih 19 Tahun

JADI DPO - Brigpol FP jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Sinjai. Brigpol Fachrul keberatan dijadikan DPO
JADI DPO - Brigpol FP jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Sinjai. Brigpol Fachrul keberatan dijadikan DPO (HO/IST/Tribun-timur.com/Ist)

Polres Sinjai Polda Sulsel (Sulawesi Selatan) menetapkan Brigadir Polisi (Brigpol) Fachrul Purnama Putra (38) sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Brigpol adalah pangkat bintara tingkat tiga di Polri dengan tanda pangkat tiga segitiga perak. Brigpol bertugas memastikan Briptu/Bripda bertugas tertib, sering bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, penyidik, atau satlantas. Pangkat ini setara sersan kepala (Serka) di militer, 

Penetapan DPO tersebut menjadi polemik karena Brigpol Fachrul Purnama Putra mengaku sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota Polri.

“Langkah yang dilakukan sudah sesuai prosedur," ujar Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso.

Iptu Agus Santoso, mengatakan proses pengunduran diri anggota Polri memiliki sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi oleh pemohon.

Salah satu syarat utama adalah masa dinas minimal yang harus dijalani oleh anggota Polri yang ingin mengundurkan diri.

Batas minimal masa dinas yaitu di atas 20 tahun pengabdian.

“Sementara Brigpol Fachrul baru menjalani masa dinas selama 19 tahun saat mengajukan pengunduran diri,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026). 

Penetapan DPO telah melalui mekanisme internal di Polres Sinjai.

“Tindakan yang dilakukan oleh Polres Sinjai sudah benar dan sesuai prosedur,” ujar Agus.

Baca selengkapnya.

4. Awal Mula Preman Tito Kobra Viral Ancam Bunuh Kapolsek dan Camat di Garut

VIDEO VIRAL - Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat membekuk seorang preman bernama Tio Alias Tito Kobra. Peristiwa tersebut dipicu atas aksi Tito yang mengancam membunuh Kapolsek dan Camat.
VIDEO VIRAL - Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat membekuk seorang preman bernama Tio Alias Tito Kobra. Peristiwa tersebut dipicu atas aksi Tito yang mengancam membunuh Kapolsek dan Camat. (Kolase Tribunnews/Kanal YouTube tribunjabar video)

Seorang preman di Garut, Jabar bernama Tio atau Tito Kobra viral di media sosial.

Tito Kobra kini diamankan setelah berani mengancam akan membunuh kapolsek dan camat.

Alasannya Tito Kobra tak terima dirinya dan rekan-rekanya digerebek saat asyik pesta miras siang-siang di bulan Ramadan.

Dikutip dari Tribun Jabar, video viral itu memperlihatkan Polisi membekuk seorang pria.

Kejadian itu terjadi tepat di hadapan para warga.

Kapolsek bahkan turun langsung mengamankan pria tersebut.

Sempat terjadi adu mulut di antara pria itu dan petugas di lokasi.

Kapolsek yang terlibat dalam video viral tersebut diketahui adalah Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat.

Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih membeberkan kronologi sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Ia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu, dirinya mendapati sekelompok pemuda bersama Tito Kobra sedang asyik menenggak minuman keras di siang hari di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Pakenjeng.

"Sepulang dari safari Ramadan kami lihat ada beberapa motor tapi orangnya tidak ada, kami cek ke bawah ternyata ada orang yang sedang meminum minuman keras," ujar Iptu Muslih, Minggu (15/3/2026) dikutip dari Tribun Jabar.

Baca selengkapnya.

5. Sosok Maria Agustina Naibaho, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi Tewas di Kos, Kematian Dinilai Janggal

TEWASNYA ANAK DPRD - Pihak keluarga membuat laporan ke polisi atas kematian Maria Agustina Naibaho (22), mahasiswi semester 8 Universitas Negeri Medan (UNIMED), yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.
TEWASNYA ANAK DPRD - Pihak keluarga membuat laporan ke polisi atas kematian Maria Agustina Naibaho (22), mahasiswi semester 8 Universitas Negeri Medan (UNIMED), yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. (Kolase Tribunnews/TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Maria Agustina Naibaho, anak anggota DPRD Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho, ditemukan tewas dengan kondisi memprihatinkan.

Jasanya terbujur kaku dalam kamar kosnya di Kota Medan, Sumatra Utara.

Maria pertama kali ditemukan oleh sang pacar Sanggam Elroi Marbun, pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Kematian anak anggota DPRD Tebing Tinggi ini hingga kini masih diliputi misteri.

Diketahui, handphone korban ditemukan rusak dan bagian intim korban mengeluarkan darah.

Terlepas dari berita di atas siapa Maria Agustina Naibaho?

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Maria merupakan gadis kelahiran 2004.

Ia tutup usia di usia 22 tahun.

Maria masih berstatus sebagai mahasiswi semester 8 Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Dikutip dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, ia mengambil jurusan S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini.

Dirinya pertama kali masuk UNIMED di 15 Agustus 2022.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved