Mudik Lebaran 2026
Demi Pulang Kampung, Pemudik Bertahan 20 Jam di Kemacetan Menuju Gilimanuk
Mudik Bali-Jawa diwarnai macet parah. Perjalanan Denpasar–Gilimanuk yang biasanya 5 jam, kini molor hingga 20 jam.
Menurutnya, ia menggunakan jasa ojek karena sudah hapal dengan jalan-jalan alternatif menuju pelabuhan.
"Kalau ojek kan sudah tahu jalan-jalan kecil, jadi bisa langsung diantar ke pelabuhan dan tidak ikut antre kendaraan," jelasnya, Senin (16/3/2026).
Saran dari DPR RI
Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono pun mengusulkan pemotongan waktu Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi harus lebih efektif.
Hal tersebut dilakukan dengan harapan bisa mengurai kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk yang mengekor hingga 24 kilometer hari ini, Selasa (16/3/2026).
Menurutnya, TBB bisa dilakukan hanya dengan waktu tujuh menit saja lalu kapal bisa kembali ke Gilimanuk lagi tanpa membawa muatan untuk menjemput kendaraan dari Pulau Dewata.
"Waktu TBB harus dibatasi. Misalnya tidak boleh lebih dari 10 menit. Agar jumlah trip bisa semakin banyak," kata Bambang, dikutip dari TribunJatim.com.
Menurutnya, proses penurunan penumpang yang saat ini mencapai 15 menit tidak cukup efisien.
"Saya sudah sampaikan ke ASDP dan perhubungan. Tolong dibuat satu standarisasi dalam proses TBB," ucapnya.
PT ASDP Indonesia Ferry sendiri saat ini menetapkan operasi sangat padat untuk penyeberangan lintas Jawa-Bali sejak Senin (16/3/2026).
Operasi tersebut diharapkan bisa mempercepat pergerakan kendaraan dan mengurai antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Cerita Pemudik Bali-Jawa, Perjalanan 5 Jam Berubah Jadi 20 Jam Imbas Pelabuhan Gilimanuk Macet Parah
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Nur Ika Anisa/Aflahul Abidin)