Rabu, 3 Juni 2026

Lebaran 2026

Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 20 Maret 2026: Ada Background Gunung Sindoro di Wonosobo

Salat Idulfitri 2026 di Lapangan Garung Wonosobo tawarkan suasana khusyuk dengan panorama Gunung Sindoro dan udara sejuk pagi.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
SALAT IDUL FITRI - 
Jemaah melaksanakan Salat Idulfitri di Lapangan Garung Wonosobo dengan latar megah Gunung Sindoro dan suasana alam yang menenangkan. 
Ringkasan Berita:
  • Salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Garung, Wonosobo, menghadirkan pengalaman ibadah berbeda dengan panorama Gunung Sindoro
  • Digelar Jumat pagi, jemaah diimbau datang lebih awal karena kapasitas terbatas. 
  • Selain ibadah, kawasan ini juga diramaikan wisata alam dan festival balon udara.

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah pemeluk agama Islam akan menunaikan ibadah Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat 20 Maret 2026.

Berikut ini rekomendasi tempat Salat Idul Fitri

Salah satu di antaranya yaitu Lapangan Garung, Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Jemaah dapat menikmati pemandangan alam Gunung Sindoro

Lokasi ini dikenal luas oleh masyarakat dan kerap menjadi sorotan di media sosial setiap tahunnya.

Baca juga: Selain Muhammadiyah, Siapa Saja yang Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret? Ini Daftarnya

Salat Idul Fitri di Alam Terbuka Garung Wonosobo

Suasana berbeda akan terasa dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Garung.

Lapangan Garung adalah sebuah area terbuka di Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, yang terkenal karena lokasinya yang diapit oleh Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
 
Meskipun namanya sering dikaitkan dengan Gunung Sindoro karena pemandangannya yang megah menghadap gunung tersebut, lapangan ini secara fungsional merupakan bagian dari area Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Garung

Pemandangan alam yang indah, udara pagi yang sejuk, serta barisan jemaah yang memadati area menciptakan nuansa ibadah yang khusyuk sekaligus menenangkan.

Mengusung tema “Rayakan Kemenangan dengan Pemandangan Menawan”, salat Idulfitri tahun ini diharapkan memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam melalui konsep ibadah di ruang terbuka yang asri.

Ketua panitia, Yakup Ari Wibowo, menyampaikan bahwa salat akan digelar pada Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB.

“Kami ingin menghadirkan suasana ibadah yang tidak hanya khusyuk, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda melalui keindahan alam Garung,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Untuk mengakomodasi lonjakan jemaah, panitia telah memperluas area salat hingga sekitar 50 persen dari kapasitas sebelumnya. Meski demikian, akses masuk ke lokasi akan ditutup tepat pukul 06.00 WIB demi menjaga ketertiban.

“Kami mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal dan tidak memaksakan masuk setelah portal ditutup,” tambah Yakup.

Sebagai alternatif, panitia juga menyiapkan sejumlah masjid di sekitar lokasi seperti Masjid Al Amin, Masjid Al Falah, dan Masjid Al Mansyur bagi jemaah yang tidak tertampung.

Sementara itu, Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati, mengajak masyarakat untuk turut menjaga kenyamanan dan keamanan selama perayaan Idulfitri.

“Mari sambut tamu dengan ramah, jaga kebersihan, serta ciptakan suasana yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin jemaah agar tidak memaksakan diri masuk ketika akses telah ditutup.

Tak hanya ibadah, kawasan Kalikajar juga menawarkan pesona wisata alam seperti Jalisu dan Curug Mangku Klowohyang dapat dinikmati pengunjung selama libur Lebaran.

Rangkaian perayaan akan berlanjut dengan festival balon udara yang digelar sehari setelah Idulfitri, serta menjadi bagian dari Festival Mudik 2026 pada 22–23 Maret.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyebut kegiatan ini mengusung tema “Mabur Bareng Komunitas Balon Wonosobo”.

“Kami ingin menghadirkan perpaduan antara nilai religius, budaya, dan keindahan alam dalam satu momentum,” jelasnya.

Pemerintah daerah pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar kawasan tetap nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.

Baca juga: 1.374 Lokasi Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat 20 Maret 2026

 

Penetapan Idulfitri 1447 H oleh Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Idulfitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H yang menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah.

Sementara itu, pemerintah akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H.

Daftar Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah 2026

Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah/2026 oleh Muhammadiyah dipastikan berlangsung tersebar di berbagai wilayah dengan ribuan titik lokasi yang telah disiapkan.

Mulai dari masjid, lapangan terbuka, sekolah hingga area kampus, semua disiapkan guna memberikan kenyamanan dan kekhusyukan bagi umat Muslim dalam beribadah.

Di wilayah Jakarta, lokasi Salat Id banyak terkonsentrasi di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Sejumlah titik strategis seperti kompleks perguruan, masjid besar, hingga halaman kampus menjadi pilihan utama untuk menampung jemaah.

Beberapa lokasi di Jakarta Selatan antara lain Kompleks Perguruan Muhammadiyah Cipulir di Kebayoran Lama, Masjid Araqwa di Kebayoran Baru, Masjid Al Jihad di Setiabudi, hingga Masjid Al Muhajirin di Tebet Barat.

Sementara di Jakarta Pusat, Salat Id juga digelar di Plaza Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Di wilayah penyangga ibu kota seperti Depok dan Kabupaten Bekasi, titik Salat Id juga tersebar luas.

Di Depok, lebih dari 30 lokasi disiapkan, meliputi kawasan Beji, Sawangan, hingga Pancoran Mas.

Beberapa titik di antaranya Masjid Al Kohinoor, Lapangan Rumah Kabeda Kukusan, hingga kawasan Grand Depok City.

Sementara itu di Kabupaten Bekasi, sedikitnya 12 lokasi telah disiapkan, seperti Kantor PDM Kabupaten Bekasi di Metland Tambun, kawasan Grand Wisata, hingga sejumlah masjid dan fasilitas umum di Tambun, Cikarang, dan Setu.

Pelaksanaan Salat Idulfitri umumnya digelar pada pagi hari, sekitar pukul 05.30 hingga 07.00 WIB.

Masyarakat diimbau untuk datang lebih awal guna mendapatkan tempat yang nyaman serta menjaga ketertiban selama ibadah berlangsung.

Tak hanya di wilayah Jabodetabek, Muhammadiyah juga menyiapkan pelaksanaan Salat Id dalam skala besar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Total sebanyak 1.374 titik Salat Id tersebar di lima kabupaten/kota.

Rinciannya, Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah dengan titik terbanyak mencapai 378 lokasi, disusul Sleman 303 lokasi, Bantul 276 lokasi, Kota Yogyakarta 236 lokasi, dan Kulonprogo sebanyak 181 lokasi.

Sekretaris PWM DIY, Arif Jamli Muis, menyampaikan bahwa seluruh lokasi tersebut dipersiapkan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri pada 20 Maret 2026.

Menariknya, Muhammadiyah DIY juga mengusung konsep “Zero Waste Ied” atau Salat Id minim sampah.

Konsep ini menjadi bagian dari dakwah lingkungan yang mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam saat beribadah.

Pendekatan ini sejalan dengan nilai ekoteologi, yang menekankan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran agama.

Dengan ribuan titik yang tersebar luas, pelaksanaan Salat Idulfitri Muhammadiyah 2026 diharapkan berjalan tertib, khusyuk, serta memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah.

Selain itu, sinergi antara nilai religius dan kepedulian terhadap lingkungan juga diharapkan mampu memberikan makna lebih dalam pada perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini.

(Tribunjateng/tribunnews)

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved