Lebaran 2026
Polisi Putra Pelawak Tukul Arwana Basah-basahan Jalan Kaki Tembus Kemacetan di Jalur Nagrog Bandung
Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi, putra pelawak Tukul Arwana viral basah-basahan jalan kaki tembus kemacetan di jalur Nagrog.
Ringkasan Berita:
- Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi yang juga anak pelawak senior Tukul Arwana viral.
- Hal ini karena aksi herioknya mencari sendiri sumber kemacetan di jalur Nagrog Bandung Barat, tempatnya bertugas.
- Kompol Ega Prayudi jalan kaki basah basahan mencari sumber kemacetan yang membuat arus mudik saat itu tersendat.
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Momen heroik yang dilakukan Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi viral saat memastikan sendiri penyebab kepadatan di wilayah Nagrog, Kabupaten Bandung, Jabar.
Di tengah kondisi lalu lintas pada hari itu Sabtu, 21 Maret 2026 yang nyaris tersendat dan guyuran hujan, Kompol Ega Prayudi memilih cara yang tak biasa untuk memastikan penyebab kepadatan di wilayah turunan Nagrog.
Putra komedian senior Thukul Arwana ini turun langsung, berjalan kaki menyusuri jalur padat kendaraan di Jalan Nagrog, Kabupaten Bandung itu.
Untuk diketahui Jalur Nagrog menjadi salah satu titik krusial arus mudik di wilayah timur Kabupaten Bandung.
Barisan kendaraan selama mudik lebaran kerap kali mengular di wilayah tersebut.
Lampu rem menyala berderet kala hujan. Memantul di aspal nan basah yang tak henti diguyur hujan.
Baca juga: Kisah Pemudik 63 Tahun Bawa THR Rp 50 Juta ke Kampung: Nyetir Jakarta-Sumatra, Tidak Tidur 2 Hari
Memang, kondisi lalu lintas pada Sabtu, 21 Maret 2026 malam lalu di kawasan tersebut sangat padat.
Tercatat berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, pada saat itu volume kendaraan mencapai 137.113 unit.
Di mana angka trsebut naik 6,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Waktu itu di Nagrog terjadi kepadatan peningkatan volume kendaraan. Kami harus mencari troublenya (Kendala) di mana. Saat itu saya berinisiatif berjalan kaki mencari untuk troublenya," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Senin (23/3/2026)
Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Kendaraan yang biasa digunakan untuk patroli tak bisa bergerak leluasa di tengah padatnya arus.
Sepeda motor pun sulit menembus rapatnya kendaraan.
Selain itu, Teknologi seperti drone atau pesawat tanpa awak, yang selama ini membantu pemantauan lalu lintas pun tidak dapat berfungsi maksimal akibat cuaca yang tidak mendukung.
"Mobil dan motor bahkan drone yang biasa kami mengecek untuk ekor itu tidak bisa kita fungsikan dengan maksimal. Makanya saya memilih untuk berjalan kaki agar saya mengetahui betul apa kendala yang ada di jalur itu," katanya.
Baca juga: Mudik Dorong Gerobak Siomay Ala Edi dari Cilacap ke Pemalang: 4 Hari 4 Malam, Modal Rp 40 Ribu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tukul-arwana-ega-prayudi-dan-kemacetan-jalur-mudik.jpg)