Senin, 13 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Mudik Dorong Gerobak Siomay Ala Edi dari Cilacap ke Pemalang: 4 Hari 4 Malam, Modal Rp 40 Ribu 

Mengulik mudik ala Edi, jalan kaki sambil dorong gerobak siomay dari Cilacap ke Pemalang diperkirakan selama 4 hari 4 malam, modal Rp 40 ribu.

Tribun Jateng/Permata Putra Sejati
MUDIK DORONG GEROBAK - Mengulik mudik ala Edi, jalan kaki sambil dorong gerobak siomay dari Cilacap ke Pemalang diperkirakan selama 4 hari 4 malam, modal Rp 40 ribu.  

Ringkasan Berita:
  • Mudik unik ala Edi Raisi (50), jalan kaki dorong gerobak siomay dari Cilacap hingga Purbalingga.
  • Hanya modal uang saku Rp 40 ribu dan sandal jepit.
  • Diperkirakan butuh waktu 4 hari 4 malam sampai ke kampung halaman.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pria bersandal jepit berjalan pelan melangkah di bawah terik matahari.

Pria ini juga mendorong serta gerobak siomay miliknya menyusuri jalur utama Banyumas- Purbalingga. 

Rupanya dia sedang menjalani perjalanan mudik yang tak biasa. 

Bukan menggunakan motor atau bus seperti kebanyakan perantau.

Pria ini pilih berjalan kaki sambil mendorong gerobak siomay dari Cilacap menuju Pemalang, dengan jarak yang diperkirakan lebih dari 130 kilometer.

Dia adalah Edi Rasidi (50), pedagang siomay asal Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

Perjalanan itu bukan sekadar pulang kampung. 

Ada nazar yang ingin dia tunaikan setelah pernah mengalami kecelakaan pada kakinya.

Baca juga: Berkah di Tengah Kemacetan Horor Gilimanuk Bali, Penjual Kopi Cuan Rp200 Ribu dalam Hitungan Jam

Di gerobak itu tertulis tulisan "Aja Ngeluh Ora Due Duit, Mudik Mlaku Taklakoni, Demi Njlaluk Pangapura, Negara Makmur Go Kasab Angel Temen, Demi Sungkem Nyong Mudik Mlaku Cilacap - Pemalang." 

"Saya perjalanan dari Sampang Cilacap tujuan Pemalang," kata Edy kepada Tribunjateng.com, Selasa (17/3/2026) di sela perjalanan di Masjid Darul Najah, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga. 

Gerobak siomay yang didorongnya bukan sekadar alat berdagang, tetapi juga bagian dari rencana hidupnya ke depan.

"Saya menggunakan gerobak, jalan kaki. Tujuannya gerobak ini mau dibawa pulang ke kampung buat jualan juga di sana," ujarnya.

 

Bekal Tekad dan Uang Saku Rp 40 Ribu

Selama perjalanan, Edy membawa bekal yang sangat sederhana, yaitu tekad. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved