Hendrik Irawan Mitra MBG di Bandung Barat Batal Laporkan Warganet, Ini Alasannya
Hendrik Irawan adalah Mitra SPPG Pangauban, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang viral di media sosial karena joget terkait MBG.
Ringkasan Berita:
- Hendrik Irawan memutuskan tidak melanjutkan laporan terhadap warganet menghina dan menghujat dirinya di media sosial.
- Hendrik sebelumnya sempat melapor ke Polres Cimahi terkait dua akun diduga menyebarkan konten flexing penghasilan.
- Ia meminta maaf atas kegaduhan, menyebut emosinya terpancing, menjelaskan pendapatan sesuai aturan Badan Gizi Nasional.
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG BARAT - Hendrik Irawan memutuskan tidak melaporkan warganet yang diduga melakukan penghinaan dan hujatan kepadanya.
Hendrik Irawan adalah Mitra SPPG Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang viral di media sosial karena joget terkait MBG.
"Bukan dicabut, belum ada laporan, tidak dilanjut," kata Hendrik di Desa Pangauban, Batujajar, KBB, Jumat (27/3/2026).
Hendrik telah mendatangi Polres Cimahi membuat laporan polisi terhadap dua akun media sosial yang disebut melakukan penghinaan dan hujatan terhadap dirinya.
Akun tersebut diduga membuat dan mengunggah konten seolah Hendrik melakukan flexing penghasilan Rp6 juta sehari dari pengelolaan SPPG hingga menimbulkan banyak hujatan.
Baca juga: Buntut Konten Joget: Hendrik Terpukul BGN Hentikan Operasional SPPG-nya, Prihatin Nasib Relawan
Dari Polres Cimahi, Hendrik kemudian diarahkan membuat laporan tersebut ke Polda Jabar. Rencananya Hendrik akan membuat laporan resmi ke Polda Jawa Barat pada Kamis (26/3/2026).
"Tidak dilanjutkan saja, sudahlah, kemarin itu mungkin karena saya lagi tersulut emosi, dan kaget karena konten saya yang terdahulu, ada yang sudah 5 bulan diviralkan," ujarnya.
Hendrik telah meminta maaf secara terbuka atas kegaduhan konten flexing penghasilan Rp6 juta sehari dari pengelolaan SPPG. Dia menegaskan bahwa, pendapatan SPPG Rp6 juta sehari telah sesuai dengan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).
"Saya mohon maaf kepada Presiden Probowo Subianto kepada netizen. Silakan jika ada yang kecewa atau marah, saya memahami. Ini jadi pelajaran bagi saya," tandasnya.
Sosok Hendrik
Hendrik Irawan merupakan mitra program MBG.
Ia memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pangauban Kampung Cibodas, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Selain SPPG Pangauban, ia juga mengaku tengah membangun SPPG lainnya.
Lewat media sosialnya, Hendrik Irawan aktif membagikan kegiatannya khususnya terkait MBG hingga memiliki nama panggilan Hendrik MBG.
Ia mengklaim penyediaan MBG di dapur miliknya berbeda dengan yang lain karena memperhitungkan gizi lebih ketat.
Saat menggelar syukuran, Hendrik bahkan mampu mendatangkan Chef King Abdi dan Ivan Gunawan menyukseskan acaranya tersebut.
Beda di Pamekasan
Pengusaha sekaligus pengelola sebuah dapur SPPG di wilayah Kabupaten Pamekasan menggelontorkan banyak uang untuk membantu masyarakat miskin dan anak yatim piatu.
Menjelang Idul Fitri, CEO PT Bawang Mas Group, Khairul Umam atau dikenal Haji Her mengeluarkan santunan untuk anak yatim dan warga miskin pada Senin (16/3/2026).
Santunan diberikan kepada anak yatim dan warga miskin di 13 kecamatan di Pamekasan.
Sedikitnya 4.000 lebih anak yatim yang diberi santunan.
Baca juga: 5 Populer Regional: Penemuan Uang 20.000 Dolar di Tol Lampung - Nasib Hendrik Irawan usai Viral
Santunan diberikan ke rumah masing-masing penerima.
Haji Her melakukan penyaluran melalui tim khusus ke semua desa di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.
Haji Her mengatakan, total dana yang sudah dikeluarkan sebanyak Rp45 miliar.
"Kami berikan ke rumahnya. Mereka tidak kami undang, tapi santunan kami antarkan," tutur Haji Her.
Dia mengaku, semua anak yatim diberi santunan Rp5 juta per orang.
Sementara warga miskin Rp1 juta per orang.
Distribusi santunan sedikitnya dilakukan tiga orang dalam satu kampung.
Sehingga warga miskin dan anak yatim disisir dan tercover semua.
"Saya memang memerintahkan untuk tidak ada dokumentasi. Biar semuanya berjalan natural," katanya, dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Rabu (17/3/2026).
Penulis: Rahmat Kurniawan
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Gaduh Dugaan Flexing Penghasilan SPPG Pangauban Rp6 Juta Sehari, Hendrik Irawan Batal Buat Laporan
dan
Sosok Hendrik Irawan Mitra MBG di Bandung Barat Viral Joget Disebut Pamer Dapat Insentif Rp6 Juta
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.