5 Populer Regional: Sosok Wali Kota Tegal Razia Warung Aceh - Pemudik Kaget Dipalak di Tanah Abang
Dedy Yon Supriyono disorot usai merazia warung Aceh, sementara seorang pemudik di Tanah Abang menjadi korban pemalakan.
Ringkasan Berita:
- Populer regional adalah berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
- Dedy Yon Supriyono menjadi sorotan karena merazia warung Aceh terkait dugaan aliran dana ilegal dalam penjualan obat terlarang.
- Seorang pemudik di Tanah Abang, Jakarta Pusat menjadi korban pemalakan oleh sekelompok orang yang meminta uang dengan alasan pengawalan kendaraan luar daerah.
TRIBUNNEWS.COM - Berita populer regional dimulai dari sosok Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono.
Ia sedang menjadi bahan perbincangan karena merazia warung-warung Aceh.
Semua bermula dari penemuan dugaan aliran dana terhadap oknum aparat hingga media sebagai beking dalam praktik jual beli obat terlarang di warung yang dikenal sebagai 'warung Aceh'.
Kemudian ada viral pemudik menjadi korban pemalakan di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pemudik asal Pandeglang itu diberhentikan oleh sejumlah orang.
Mereka meminta uang dengan dalih pengawalan karena mobil berasal dari luar daerah.
Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:
1. Sosok Wali Kota Tegal Dedy Yon Razia Warung Aceh, Ada Buku Tertulis Kodim, Koramil, hingga Media
Terungkap penemuan dugaan aliran dana terhadap oknum aparat hingga media sebagai beking dalam praktik jual beli obat terlarang di warung yang dikenal sebagai 'warung aceh'.
Fakta tersebut terungkap setelah Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menggelar dan memimpin jalannya razia terhadap sejumlah warung di Kota Tegal, Kamis (26/3/2026).
Dalam akun Instagram @pemkot.tegal, terlihat Dedy Yon dan tim gabungan dari BNN Kota Tegal, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta aparat Kepolisian melakukan pembongkaran.
Warung tersebut terlihat seperti warung yang menjual kebutuhan sehari-hari, namun disinyalir menjual obat-obatan keras tanpa resep dokter di Jalan AR Hakim, Kapten Sudibyo, Kolonel Sugiono, Dr. Cipto Mangunkusumo, hingga Kapten Ismail.
“Kita sidak secara langsung bersama Kepolisian dan BNN. Dari tujuh warung, semuanya kita bongkar agar tidak ada lagi praktik berkedok seperti ini,” ujar Dedy Yon.
Adapun dalam penggerebekan, petugas menemukan indikasi penjualan sejumlah obat keras seperti Tramadol, Hexymer 2, dan jenis lainnya yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.
Informasi yang beredar, petugas juga mengamankan sebuah buku tebal berwarna hijau yang diduga berisi catatan aliran dana.