Selasa, 14 April 2026

Tergiur Kerja di Kamboja, Warga Palembang Kerja Sebagai Chatting Love, Disiksa hingga Lebam

Menurut Ryansyah ia kerja hampir tujuh bulan dan digaji hanya dua bulan, masing-masing per bulan digaji 200 dolar atau Rp3 juta.

Editor: Erik S
HO/IST/Sripoku.com/Angga Azka
TIBA DI PALEMBANG -- Suasana saat 14 Warga Palembang, Sumatra Selatan yang sempat terlantar di Kamboja kini tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, pada Senin (30/3/2026) pukul 12.55 WIB. Mereka langsung mendapat pengawalan dari polisi 

Ringkasan Berita:
  • Ryansyah dan Varel termasuk 14 warga Palembang yang pulang setelah sempat terlantar dan bekerja di Kamboja.
  • Mereka awalnya dijanjikan pekerjaan bergaji tinggi, namun mengalami penyiksaan dan upah tidak sesuai selama bekerja.
  • Sebagian korban melarikan diri karena tekanan kerja, lalu dipulangkan dan diserahkan kepada keluarga di Sumsel.

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG -  Ryansyah dan Varel Vahrezi merupakan dua dari 14 warga asal Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) yang sempat terlantar di Kamboja. Mereka tiba di kampung halaman, Senin (30/3/2026) pukul 12.55 WIB.

Ryansyah warga 7 Ulu Palembang ini menceritakan, bahwa awalnya ia ditawarin temanya bernama Agus kerja di Vietnam sebagai pegawai restoran dengan gaji yang menggiurkan. 

"Karena anak-anak masih kecil dan ditawarin gaji besar tentu saya tergiur, dengan harapan bisa merubah nasib," kata Ryansyah saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (30/3/2026). 

Namun bukannya mengubah nasib yang didapatkan malah penyiksaan. Sebab jika bekerja tidak sesuai target ia akan dicambuk, disetrum hingga memikul galon. 

"Kalau dicambuk di pantat sudah sering sampai biru-biru. Pernah juga disetrum di badan. Kita kerjanya tim saya sebagai yang chatting love dan nanti ada yang bagian lainnya untuk yang bisa menghasilkan uang," katanya. 

Menurut Ryansyah ia kerja hampir tujuh bulan dan digaji hanya dua bulan, masing-masing per bulan digaji 200 dolar atau Rp3 juta.

Jadi total baru dapat Rp6 juta dan itupun sudah dikirimkan ke keluarga. 

"Untuk saat ini saya sudah tidak pegang uang. Makan untuk bertahan hidup saat di penampungan minta kirim dari Palembang," ungkapnya. 

Hal yang sama diceritakan Varel, bahwa ia kini juga tidak pegang uang. 

"Saya di sana kerja baru empat hari dan belum mendapatkan gaji. Tapi karena saya meras mau dijual ke perusahaan lain kalau tidak bisa menghasilkan uang maka saya memilih melarikan diri," kata Varel. 

Ia pun menceritakan, bahwa ia bersama sembilan orang temannya melarikan diri pukul 02.00 dini hari waktu Kamboja.

"Teman-teman ada juga yang dari Batam dan Bengkulu," katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumsel, Indra Bangsawan, mengatakan bahwa ke-14 warga Palembang akan diserahterimakan oleh pihak keluarga di kantor gubernur yang telah menunggu kepulangan pekerja imigran nonprosedural ini.

"Kita akan lakukan serah terima dengan keluarga di Kantor Gubernur Sumsel," katanya, Senin (30/3/2026).

Berpura-pura Jadi Perempuan

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved