Selasa, 2 Juni 2026

Tergiur Kerja di Kamboja, Warga Palembang Kerja Sebagai Chatting Love, Disiksa hingga Lebam

Menurut Ryansyah ia kerja hampir tujuh bulan dan digaji hanya dua bulan, masing-masing per bulan digaji 200 dolar atau Rp3 juta.

Tayang:
Editor: Erik S
HO/IST/Sripoku.com/Angga Azka
TIBA DI PALEMBANG -- Suasana saat 14 Warga Palembang, Sumatra Selatan yang sempat terlantar di Kamboja kini tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, pada Senin (30/3/2026) pukul 12.55 WIB. Mereka langsung mendapat pengawalan dari polisi 

Setelah menempuh penerbangan dari Thailand, Salman bersama puluhan orang lainnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 28 Februari 2025 malam.

Salman bersama rombongan yang terdiri dari 83 orang lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang diselamatkan oleh pemerintah Indonesia karena dipekerjakan sebagai online scam atau penipu online di Kamboja dan Myawaddy, Myanmar.

Kepada Tribunnews, Salman menceritakan proses dirinya hingga bekerja sebagai online scam di Kamboja dan Myawaddy, Myanmar.

Baca juga: Benarkah Kamboja Sukses Menangkal Separuh Kasus Penipuan Siber?

Pria asal Selat Panjang, Riau ini mengungkapkan awal mula dirinya berangkat ke Kamboja pada 22 April 2024.

Saat itu dia mengaku mendapat tawaran pekerjaan sebagai marketing di salah satu platform jual beli online.

“Saya keluar dari Indonesia itu pada 22 April 2024. Saat itu saya dijanjikan bekerja sebagai marketing Shopee,” kata Salman kepada Tribunnews.

"Iming-imingnya katanya di sana gaji besar, tempat aman, tidak ada melakukan fisik. "Tetapi setelah saya sampai di Kamboja, memang tidak ada gaji besar,” sambungnya.

Salman menceritakan pekerjaan yang dilakukannya selama menjadi online scam di Kamboja, di mana dirinya berpura-pura menjadi seorang perempuan di media sosial untuk merayu laki-laki di platform Facebook dan Instagram.

Bahkan dia ditarget harus menyasar para korban di dua negara, yakni Indonesia dan Malaysia.

Meski tak menerima kekerasan fisik, Salman mengatakan selama bekerja di Kamboja selama 2 bulan dirinya tidak pernah mendapatkan gaji.

Karena perusahaan di Kamboja tutup, Salman kembali dipekerjakan ke Myawaddy, Myanmar, untuk pekerjaan yang sama sebagai online scam di Juli 2024 lalu.

Jika di Kamboja dia tak pernah menerima kekerasan fisik, maka di Myanmar ia merasakan hal sebaliknya.

Berbeda di Myanmar, Salman bercerita kalau pekerjaannya kali ini bisa mendapatkan gaji.

Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Cerita Warga Palembang yang Terlantar di Kamboja, Ngaku Dicambuk dan Disetrum Saat Bekerja

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved