Gempa di Sulut & Malut
BMKG Catat Ada 22 Gempa Susulan, Berkisar Antara Magnitudo 5,5 hingga 3,1
Gempa M 7,6 guncang Sulut, picu tsunami hingga 75 cm dan 22 gempa susulan. BMKG minta warga tetap waspada
Ringkasan Berita:
- Gempa Magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan dirasakan hingga Maluku Utara, Kamis pagi
- BMKG mencatat kenaikan muka air laut dengan tsunami tertinggi mencapai 75 sentimeter di beberapa wilayah.
- Hingga kini, tercatat 22 gempa susulan dengan kekuatan yang terus melemah.
TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 06.48 Wita atau 05.48 WIB.
Guncangan kuat tidak hanya dirasakan di Manado, tetapi juga meluas hingga sejumlah wilayah di Maluku Utara.
Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, menjelaskan gempa terjadi pada kedalaman 62 kilometer dan berpotensi memicu tsunami.
“Sekitar 16 menit setelah gempa utama, tercatat kenaikan muka air laut di beberapa wilayah,” ujarnya, Kamis.
Ia merinci, tinggi gelombang tsunami terpantau mencapai 20 sentimeter di Bitung, 30 sentimeter di Halmahera Barat, 75 sentimeter di Kema, serta 68 sentimeter di Belang.
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,6 di Manado, RS Siloam, Gereja Katolik Hingga Gedung KONI Alami Kerusakan
Hingga saat ini, peringatan dini tsunami masih berlaku namun kondisi diperkirakan akan membaik dalam beberapa puluh menit ke depan setelah dilakukan evaluasi lanjutan.
Selain itu, gempa utama juga diikuti 22 kali gempa susulan dengan kekuatan yang terus melemah, berkisar antara magnitudo 5,5 hingga 3,1.
Dari sisi dampak, getaran gempa dirasakan sangat kuat di sejumlah wilayah. Di Maluku Utara, intensitas mencapai skala VII MMI, sementara di Manado berada pada skala V MMI.
“Artinya getaran cukup kuat, benda-benda dapat berjatuhan dan berpotensi menimbulkan kerusakan ringan hingga sedang,” jelasnya.
Stasiun Geofisika Manado saat ini masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau kondisi lapangan serta memastikan keselamatan masyarakat pascagempa.
Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Akibat gempa, seorang warga lanjut usia (lansia) pun dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa aksesori bangunan di kompleks kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulut.
Korban yang bernama Daice Lahia (70) ini merupakan seorang pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Tateli, Kabupaten Minahasa.
Saat gempa berlangsung, korban berada di sekitar lokasi dan tertimpa material bangunan yang roboh karena kuatnya getaran.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulut, Audy Pangemanan menjelaskan bahwa yang rusak bukan struktur bangunan.
"Bangunan inti tidak mengalami keruntuhan, hanya bagian aksesori bangunan yang jatuh dan mengenai korban," ujar Audy, dikutip dari TribunManado.co.id. (Tribun Manado/Isvara Savitri)
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul BMKG: Potensi Tsunami di Sulut - Malut, Tinggi Gelombang 75 cm di Kema Minut dan 68 cm Belang Mitra
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Data-parameter-Gempa-Ternate-M-76-pagi-ini-Kamis-2-April-2026-dari-BMKG.jpg)