Senin, 13 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

Penjelasan BMKG soal Gempa Sulut dan Potensi Tsunami hingga 3 Meter di Ternate, Tidore dan Halmahera

BMKG berikan penjelasan gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 7,6 Kamis (2/4/2026) pagi. Gempa mengguncang tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Penulis: Fahdi Fahlevi

 

Ringkasan Berita:
  • BMKG berikan penjelasan gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 7,6 Kamis (2/4/2026) pagi. 
  • Gempa mengguncang tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara
  • Gempa jni berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah dengan status siaga.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 7,6 yang mengguncang tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7,6. 

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara, Satu Korban Dikabarkan Meninggal Dunia

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

Gempa jni berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah dengan status siaga.

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan potensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung dengan ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 3 meter.

"Gempa ini berpotensi tsunami dengan status siaga di beberapa wilayah, dengan estimasi ketinggian tsunami antara 0,5 sampai 3 meter," ujar Faisal dalam konferensi pers daring, Kamis (2/4/2026).

Peringatan Tsunami

Peringatan dini tsunami pertama dikeluarkan dalam waktu kurang dari tiga menit, tepatnya 2 menit 50 detik setelah gempa terjadi, disusul pembaruan delapan menit kemudian.

Faisal menjelaskan, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Laut Maluku, dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. 

Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah.

Di Ternate, intensitas gempa mencapai skala V-VI MMI, menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah, serta memicu kerusakan ringan pada bangunan. 

Sementara di Manado, getaran dirasakan pada skala IV-V MMI, dan di wilayah Gorontalo serta sekitarnya pada skala II hingga III MMI.

Sejumlah kerusakan juga dilaporkan, antara lain pada Gedung KONI Sario di Manado serta Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved