Penyebab Bus Restu Terguling di Tol Jombang, 1 Penumpang Meninggal dan 15 Luka-luka
Kecelakaan bus Restu di Tol Jombang menyoroti lemahnya pengawasan teknis armada Seorang penumpang perempuan meninggal dan 15 luka-luka.
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan bus Restu di Tol Jombang, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026) malam, kembali menegaskan pentingnya keselamatan transportasi publik.
- Insiden yang diduga akibat pecah ban belakang kanan ini menewaskan satu penumpang dan melukai 15 lainnya.
- Bus mengalami kerusakan parah dengan kerugian ditaksir Rp40 juta.
TRIBUNNEWS.COM - Kecelakaan bus Restu di ruas Tol Jombang, Jawa Timur kembali menegaskan pentingnya aspek keselamatan transportasi publik di Indonesia.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) malam itu, menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh faktor teknis kendaraan.
Pengawasan ketat terhadap kondisi armada angkutan umum pun diperlukan agar tragedi serupa tidak terulang.
Dalam kecelakaan tunggal tersebut, seorang penumpang dinyatakan meninggal dan 15 orang luka-luka.
Kanit PJR Jatim III, AKP Sudirman, menerangkan bus bernopol N 7088 UG membawa 34 penumpang dari Madiun menuju Surabaya.
"Diduga ban belakang kanan pecah sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan dan masuk ke median jalan," ungkapnya.
Para korban telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan mulai RS Al Aziz Jombang, RS Islam Jombang, dan RSUD Jombang.
Total kerugian bus akibat kecelakaan mencapai Rp40 juta.
"Sementara itu, kerusakan fasilitas jalan tol seperti rambu dan tanaman median masih dalam proses pendataan oleh pihak pengelola," lanjutnya.
Identitas korban meninggal yakni Esra Sri T (64), perempuan asal Madiun, Jawa Timur.
Humas Astra Tol Jomo, Dela Rosita, menerangkan proses evakuasi terkendala posisi bus yang melintang di badan jalan.
Baca juga: Kecelakaan di Condet Jaktim Akibat Jalan Ambles, Kontraktor Tanggung Jawab dan Percepat Perbaikan
"Bagian depan bus bahkan masuk ke jalur berlawanan," katanya.
Pengelola tol memastikan, prosedur keselamatan telah dijalankan dan mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kepatuhan terhadap batas kecepatan serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima menjadi kunci untuk menghindari kecelakaan serupa," bebernya.