Kecelakaan di Condet Jaktim Akibat Jalan Ambles, Kontraktor Tanggung Jawab dan Percepat Perbaikan
Korban bernama Nurul Fadilah terjatuh di titik bekas galian yang mengalami penurunan (amblas)
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan akibat jalan amblas di bekas galian proyek di Condet, Jakarta Timur, viral di media sosial setelah seorang pengendara motor terjatuh
- Korban mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis di RSUD Pasar Rebo.
- PT BDH menyatakan bertanggung jawab serta mempercepat perbaikan permanen di lokasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Insiden kecelakaan akibat jalan amblas di bekas galian proyek di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, tepatnya di depan Rindam Jaya, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Korban bernama Nurul Fadilah terjatuh di titik bekas galian yang mengalami penurunan (amblas). Peristiwa tersebut memicu perhatian luas sekaligus mendorong percepatan perbaikan permanen di lokasi kejadian.
Kecelakaan bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor bernomor polisi F 5822 FDW mencoba menyalip kendaraan lain dari sisi kiri jalan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil sehingga korban kehilangan kendali dan terjatuh ke badan jalan, tepat di area bekas galian.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian pelipis serta kehilangan gigi depan. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans dari Rindam Jaya menuju RSUD Pasar Rebo untuk mendapatkan penanganan medis.
Menanggapi insiden tersebut, kontraktor proyek, PT Buana Djaya Harapan (BDH), menyatakan bertanggung jawab penuh terhadap korban sekaligus mempercepat perbaikan permanen di lokasi kejadian.
Project Manager PT BDH, Agung, menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan telah bertemu dengan keluarga korban dan memberikan tanggung jawab penuh selama proses pemulihan.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini. Kami telah bertemu keluarga korban dan bertanggung jawab penuh, termasuk santunan, biaya pengobatan, serta perbaikan kendaraan,” ujar Agung, Selasa (31/3/2026).
Agung menjelaskan, sebelum masa libur Lebaran pada 17–26 Maret 2026, pihaknya telah menutup seluruh bekas galian dengan pengecoran, bahkan sebagian sudah diaspal. Namun, pada salah satu titik terjadi penurunan struktur yang memicu kecelakaan.
Sebagai tindak lanjut, PT BDH langsung melakukan perbaikan sejak hari kejadian. Perbaikan dilakukan secara permanen dengan metode pemadatan ulang, pengecoran menggunakan tulangan besi, serta pengaspalan ulang agar lebih kuat dan aman bagi pengguna jalan.
Sementara itu, Project Manager PT Air Bersih Jakarta, Topan Suwendi, memastikan proses perbaikan dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku.
Baca juga: Angka Kecelakaan Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Turun, Lemkapi Apresiasi Kinerja Polri
“Kami turut prihatin dan memastikan perbaikan dilakukan secara permanen agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Tanggapan Pemerintah
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jakarta Timur meminta PAM Jaya memastikan seluruh bekas galian ditutup sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan pihaknya telah menginstruksikan jajaran kecamatan untuk segera menangani jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Kami terus berkoordinasi agar perbaikan dilakukan sesuai mekanisme teknis yang benar dan tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Kecelakaan Truk Tabrak Warung di Subang, 1 Orang Tewas, Bangunan Sampai Rata dengan Tanah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kecelakaan-akibat-jalan-amblas-di-bekas-galian-proyek-di-Jalan-Raya-Condet-Jakarta-Timur.jpg)