Nakes Joget TikTok di Ruang Operasi RSUD Datu Beru Aceh, Pelaku Akhirnya Minta Maaf
Viral nakes joget di ruang operasi RSUD Datu Beru Aceh, pelaku minta maaf dan manajemen beri sanksi tegas atas pelanggaran etik.
Ringkasan Berita:
- Viral video nakes joget di ruang operasi RSUD Datu Beru Takengon menuai kecaman.
- Pelaku, Riga Septian Bahri, meminta maaf dan mengaku spontan.
- Pihak RS menilai ini pelanggaran serius dan telah memberi sanksi serta melaporkan ke instansi terkait.
TRIBUNNEWS.COM - Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan aksi seorang tenaga kesehatan (nakes) di Aceh yang melakukan joget TikTok di lokasi yang tidak semestinya.
Baru-baru ini viral seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Aceh joget Tiktok di dalam ruang operasi. Tak butuh waktu lama, nakes itu pun langsung mendapat teguran dari pihak rumah sakit.
Insiden tersebut diketahui terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Aksi yang diunggah oleh akun @ibs.datu.beru itu memperlihatkan seorang perawat berjoget dengan koreografi di belakang rekan sejawatnya yang sedang sibuk melakukan prosedur pembedahan terhadap pasien.
Permintaan Maaf Pelaku
Setelah video tersebut memicu kecaman luas dari netizen karena dianggap tidak etis dan tidak profesional, nakes yang bersangkutan, Riga Septian Bahri, akhirnya memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ia berdalih bahwa aksi tersebut dilakukan secara spontan tanpa maksud menyinggung pihak mana pun.
"Saya Riga Septian Bahri perawat kamar operasi, terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri. Tidak ada maksud politik dan menyindir siapa pun," lanjut dia.
"Dari hati kecil saya yang paling dalam, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit, kepada masyarakat yang tidak senang melihat video saya, dari hati kecil saya yang paling dalam saya mohon maaf," ucap Riga.
Baca juga: Lita Gading Soroti Sindiran Anak Pinkan Mambo soal Downgrade usai Ibunya Viral Ngamen
Respons Tegas Pihak Rumah Sakit
Direktur RSUD Datu Beru, Gusnarwin, menyayangkan tindakan bawahannya tersebut.
Pihak manajemen rumah sakit menganggap perbuatan itu sebagai pelanggaran disiplin yang serius karena dapat mencoreng nama baik institusi medis.
Sebagai tindak lanjut, pihak RSUD telah melakukan rapat internal dan melaporkan oknum nakes tersebut ke instansi terkait untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.
“Menindaklanjuti hal tersebut, kami telah melakukan rapat internal dan memanggil yang bersangkutan. Kami juga akan melaporkan permasalahan ini kepada BKPSDM Aceh Tengah agar saudara RA dapat diproses sesuai aturan kepegawaian,” kata Gusnarwin, Rabu (1/4/2026).
Gusnarwin juga menegaskan bahwa investigasi internal telah dilakukan untuk memastikan detail kejadian tersebut.
"Detail operasinya pastinya belum tahu, tetapi sudah dilakukan investigasi internal, kami anggap kelalaian dan kami sudah diskusikan dengan atasan dan diberikan hukuman. Kami sudah imbau kepada seluruh pegawai agar menjaga citra instansi dan tidak boleh terulang," tuturnya.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran keras bagi seluruh tenaga kesehatan untuk senantiasa menjaga etika dan profesionalisme, terutama di area krusial seperti kamar operasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Aksi-nakes-joget-di-ruang-operasi-RSUD-Datu-Beru-Takengon-viral-dan-menuai-kecaman-publik.jpg)