Berita Viral
Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tas Ramah Lingkungan hingga Aipda Vicky Berhenti Jadi Polisi
Perjalanan karier Aipda Vicky, tangani dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan, dimutasi hingga mundur dari Polri.
"Dan kemudian kami sudah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara untuk kepentingan melakukan audit perhitungan kerugian negara, namun pada saat penyidikan masih berjalan, tiba-tiba tanpa saya ketahui apa sebabnya, saya dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud," jelasnya.
Vicky enggan menjelaskan lebih jauh terkait alasan pengunduran dirinya. Saat ditanya dia hanya menjawab singkat.
"Itu salah satu alasannya," kata dia.
"Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, tapi baru skrng di ACC," katanya.
Jualan Kopi
Ditanya terkait rencana ke depannya setelah mundur dari institusi Polri, dia menjawab singkat sambil tertawa.
"Saya masih menikmati jualan kopi," katanya.
Di akhir wawancara, dengan tegas dia menyampaikan pesan dan harapannya "Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara".
Versi Polda Sulut
Polda Sulut buka suara, memberikan klarifikasi terkait kabar pengunduran diri Aipda Vicky Aristo Katiandagho.
Belakangan kisah Aipda Vicky ramai diperbincangkan publik nahkan nasibnya viral.
Aipda Vicky sendiri telah mengunggah video pengunduran dirinya di Facebook.
Banyak yang mengaitkan pengunduran Vicky terkait penanganan kasus dugaan korupsi yang sebelumnya sempat ditanganinya sebelum dimutasi dari Polres Minahasa ke Polres Talaud.
Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan menegaskan, mutasi terhadap Vicky bukan terkait penanganan kasus korupsi.
"Benar, mutasinya bersifat rutin,” ujar Alamsyah saat dikonfirmasi, WhatsApp, Jumat (3/4/2026).