Jumat, 10 April 2026

Muncul Benda Bercahaya Misterius Melintas di Langit Lampung, Diduga Sampah Antariksa

Warga di berbagai wilayah di Lampung dibuat heboh oleh kemunculan sebuah benda bercahaya misterius yang melintas di langit

Editor: Wahyu Aji
Tangkapan layar media sosial
Objek bercahaya di langit Lampung yang melintas disebut-sebut mirip meteor, Sabtu (4/4/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Benda bercahaya misterius melintas di langit Lampung pada Sabtu malam, terlihat hingga hampir 1 menit, disertai dentuman dan membuat warga geger hingga viral di media sosial.
  • Peneliti Institut Teknologi Sumatera menyebut objek tersebut bukan meteor/komet, melainkan kemungkinan sampah antariksa, diduga bagian roket seperti CZ-3B R/B asal China.
  • Objek terlihat terfragmentasi dengan ekor api panjang. 
  • aWarga diimbau tidak berspekulasi dan menunggu penjelasan resmi berbasis data ilmiah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga di berbagai wilayah Provinsi Lampung dibuat heboh oleh kemunculan sebuah benda bercahaya misterius yang melintas di langit Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 19.55–20.00 WIB.

Fenomena ini terekam dalam video warga dan dengan cepat menjadi viral di media sosial, memicu spekulasi dan pertanyaan luas di masyarakat. 

Peneliti di Laboran Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Adhitya Oktaviandra menyebut, jika benda yang terlihat bersinar itu bukanlah meteor atau komet.

Adit menduga, benda misterius tersebut merupakan sampah antariksa yang berasal dari sisa roket asal China, yang masuk kembali ke orbit Bumi.

Mahasiswa Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA, Irsyad Al Akbar mengamini dugaan Adit tersebut.

Irsyad menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatannya, fenomena tersebut lebih mengarah pada sampah antariksa (space debris) yang masuk kembali ke atmosfer Bumi.

"Memang sempat beredar informasi mengenai komet C/2026 A1 (MAPS) yang berada pada posisi relatif dekat dengan Bumi pada 4 April."

 "Tetapi (kalau) ukuran komet, tidak sebesar seperti yang divisualisasikan dalam video yang beredar di media sosial," ujar Irsyad, Sabtu malam.

Irsyad menambahkan, awalnya sempat muncul hipotesis bahwa benda bercahaya tersebut berkaitan dengan peluncuran misi Artemis 2.

Namun, setelah ditelaah lebih lanjut, kemungkinan tersebut dinilai kecil.

Sebaliknya, Irsyad menyebut, ada beberapa peluncuran roket dalam beberapa hari terakhir yang lebih relevan untuk dikaitkan dengan fenomena ini. 

Di antaranya peluncuran roket Falcon 9 dan Atlas oleh Amerika Serikat yang berpotensi menghasilkan puing antariksa yang kemudian masuk ke atmosfer.

"Selain itu, ada juga data yang kami peroleh dari pihak laboran Observatorium Astronomi ITERA yang menunjukkan adanya objek sisa roket asal China yang kembali memasuki orbit Bumi," jelasnya.

Data tersebut diperkuat oleh informasi pelacakan objek antariksa yang dapat diakses secara publik melalui situs pemantauan orbit satelit dan debris.

Dari berbagai sumber dan analisis yang telah dihimpun, Irsyad menyimpulkan, fenomena cahaya tersebut sangat kecil kemungkinannya merupakan meteor atau komet.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved