Rabu, 29 April 2026

Berita Populer Hari Ini

5 Populer Regional: Korban Pelecehan Kepala Kantor Pos Jadi Tersangka - Nasib Aipda Vicky 

Kasus pelecehan di Pagaralam menjerat UB dan RA sebagai tersangka, sementara Aipda Vicky mundur dari Polri dan kini menjadi penjual kopi.

Tayang: | Diperbarui:

Pihaknya juga meminta korban RA segera dibebaskan karena harusnya korban pelecehan mendapat perlindungan bukan malah di kriminalisasi dengan sangkaan kasus yang dinilai tidak masuk akal.

Baca selengkapnya.

2. Tuan Rumah Hajatan Tewas Dianiaya Sekelompok Pemuda, Kapolres Purwakarta Datangi Rumah Duka

HAJATAN BERDARAH - Peristiwa nahas dialami Dadang (58) yang tewas setelah dikeroyok oleh sejumlah pria saat menggelar acara pernikahan anaknya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (4/4/2026). Dadang diduga dikeroyok karena menolak memberi uang jatah miras.
HAJATAN BERDARAH - Peristiwa nahas dialami Dadang (58) yang tewas setelah dikeroyok oleh sejumlah pria saat menggelar acara pernikahan anaknya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (4/4/2026). Dadang diduga dikeroyok karena menolak memberi uang jatah miras. (Tribun Jabar)

Premanisme masih menjadi salah satu wajah buram kehidupan sosial di Indonesia.

Praktik pemerasan, intimidasi, hingga kekerasan oleh kelompok tertentu kerap muncul di ruang-ruang publik, mulai dari pasar, terminal, hingga acara keluarga. 

Pada Sabtu (4/4/2026) lalu, sekelompok pemuda membuat ricuh pesta pernikahan di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Diduga mereka marah karena tak diberi uang jatah minuman keras (miras) oleh tuan rumah.

Penganiayaan terhadap tuan rumah bernama Dadang (58) berujung kematian.

Petugas kepolisian masih memburu para pelaku yang diduga berjumlah 10 orang.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan komitmen mengusut kasus penganiayaan.

"Pada kesempatan sore ini, kami dari Polres Purwakarta baru saja membantu proses pemakaman jenazah bapak Dadang yang merupakan korban penganiayaan di wilayah Campaka. Kami turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," paparnya, Minggu (5/4/2026).

Ia menegaskan jajarannya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengantongi identitas pelaku.

"Kami berkomitmen untuk melakukan penyidikan secara profesional guna mengungkap secara terang peristiwa yang terjadi. Saat ini anggota kami masih bekerja melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," lanjutnya.

Pihaknya telah mendapatkan gambaran awal kronologi penganiayaan, tetapi belum dapat diungkap lengkap karena masih dalam proses penyelidikan.

"Untuk detailnya nanti akan kami sampaikan setelah seluruh fakta terkumpul," tandasnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved