Jumat, 17 April 2026

Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Wonosobo, Ini Kesaksian Warga

Kecelakaan beruntun di Wonosobo tewaskan dua orang, diduga truk blong. Saksi lihat kendaraan sudah berasap sebelum tabrakan

Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
KECELAKAAN BERUNTUN - Petugas mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Parakan-Kertek, Wonosobo, Rabu (8/4/2026). Insiden ini melibatkan lima kendaraan dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. (TRIBUN JATENG/Imah Masitoh) 
Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan beruntun lima kendaraan terjadi di jalur Parakan–Kertek, Wonosobo, Rabu pagi, menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya 
  • Insiden diduga bermula dari truk Hino yang kehilangan kendali di jalan menurun hingga masuk jalur berlawanan 
  • Saksi menyebut truk sudah berasap sebelum tabrakan, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti.

TRIBUNNEWS.COM, WONOSOBO - Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di jalur Parakan–Kertek, tepatnya di Dusun Madukoro, Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Rabu (8/4/2026) pagi.

Insiden ini sempat menyebabkan kemacetan panjang dan menimbulkan korban jiwa.

Awalnya, kecelakaan dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.

Namun, berdasarkan pembaruan data kepolisian, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang.

Dua korban tewas diketahui merupakan pengemudi yang terlibat langsung dalam tabrakan.

Baca juga: Sopir Lakalantas Maut Anthony Joshua Dijerat 4 Pasal Berat

Korban pertama berinisial D (39), warga Ciamis, pengemudi truk bak kayu Canter. 

Korban kedua berinisial S (37), warga Kertek, pengendara sepeda motor Yamaha Vega, yang sempat dirawat sebelum akhirnya meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.

Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.

Mereka adalah pengemudi truk dump Hino, pengemudi truk Canter, serta pengemudi kendaraan pick up.

Kronologi Kejadian

Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari sebuah truk dump Hino yang melaju dari arah Temanggung (Parakan) menuju Wonosobo.

Saat melintas di lokasi yang merupakan jalan menurun dan menikung, pengemudi diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan hingga oleng ke kanan.

Truk yang mengangkut batu kapur tersebut kemudian masuk ke jalur berlawanan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju tiga kendaraan lain—dua truk dan satu pick up—serta satu sepeda motor.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan beruntun pun tidak dapat dihindari.

Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan parah, bahkan hingga ringsek di bagian depan.

Muatan kayu dari salah satu truk juga berserakan di badan jalan.

Baca juga: Jasa Marga: Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Dipicu Truk Patah As, Bukan Lubang Jalan

Kesaksian Warga: Truk Sudah Bermasalah

Sebelum kecelakaan terjadi, seorang warga bernama Slamet mengaku telah melihat tanda-tanda kejanggalan pada truk Hino tersebut.

Ia melihat truk dalam kondisi “kemebul” atau mengeluarkan asap putih saat melintas di sekitar SPBU Candimulyo.

Menurutnya, kondisi itu mengindikasikan adanya gangguan pada kendaraan, kemungkinan pada sistem pengereman.

Ia bahkan sempat berpapasan langsung dengan truk tersebut.

Merasa curiga, Slamet berbalik arah dan mengikuti truk dari belakang.

Ia mengaku sudah memiliki firasat bahwa kendaraan tersebut akan mengalami masalah.

Tak lama kemudian, kecelakaan pun terjadi tidak jauh dari posisinya.

Saat tiba di lokasi, ia melihat kondisi sudah kacau dengan korban berjatuhan.

Beberapa korban terlihat terjepit di dalam kendaraan, sementara ada pula yang terlempar hingga ke selokan.

Ia sempat mengira salah satu korban telah meninggal karena tidak bergerak, namun ternyata masih hidup dan meminta pertolongan warga.

Proses Evakuasi dan Dampak Lalu Lintas

Pascakejadian, petugas kepolisian bersama tim terkait langsung melakukan evakuasi korban dan kendaraan.

Sejumlah kendaraan dipinggirkan untuk membuka akses jalan, sementara proses evakuasi kendaraan berat dilakukan bertahap.

Di lokasi kejadian, terlihat bekas darah di jalan yang kemudian ditutup pasir untuk menghindari bahaya bagi pengguna jalan lain.

Arus lalu lintas sempat tersendat cukup panjang dari kedua arah sebelum akhirnya kembali normal setelah proses pembersihan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Dugaan sementara mengarah pada faktor kendaraan yang tidak terkendali, kemungkinan akibat gangguan teknis.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya memastikan kondisi kendaraan, terutama saat melintasi jalur rawan seperti jalan menurun dan menikung di kawasan pegunungan.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved