Duel Maut Pegawai SPBU dan Sopir Truk, Dipicu Korban Tak Terima Dispenser Mati saat Pengisian Solar
Cekcok saat isi solar di SPBU Palembang berujung duel maut. Seorang sopir truk tewas ditusuk, dua pegawai SPBU kini ditetapkan sebagai tersangka.
Ringkasan Berita:
- Sopir truk MEP (26) tewas setelah ditusuk usai perselisihan saat pengisian solar di SPBU Punti Kayu, Palembang, dini hari.
- Cekcok dipicu mesin pengisian berhenti karena sistem timer, korban tak terima hingga menantang pengawas SPBU dan berujung duel di luar area SPBU.
- Pengawas SPBU dan satpam telah ditangkap dan dijerat pasal dengan ancaman 12 tahun penjara, sementara Pertamina menyatakan dukungan terhadap proses hukum.
TRIBUNNEWS.COM - Aksi duel yang berbuntut menewaskan seorang pria kembali terjadi.
Seorang sopir truk berinisial MEP (26) tewas setelah ditusuk usai cekcok di area SPBU Punti Kayu di Jl Kolonel H. Burlian Kilometer 7, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (2/4/2026) sekira pukul 03.50 WIB.
Aksi duel maut ini terjadi karena ada perselisihan saat pengisian bahan bakar solar antara korban dan dua orang pegawai SPBU, SI (25) dan EPP (22).
Keduanya pun dijerat Pasal 262 Ayat 4 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
SI sendiri merupakan pengawas SPBU dan EPP adalah satpam.
Keduanya kini telah diamankan pihak kepolisian tak lama setelah penusukan.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana menuturkan, motif dari duel maut ini dipicu saat pengisian solar.
Saat itu, korban tak terima dispenser atau pompa mesin solar mati saat pengisian belum selesai.
"Kejadiannya sekitar 03.50 WIB dini hari, tepatnya di luar SPBU, bukan di dalam SPBU."
"Berawal dari korban tidak terima karena pada saat pengisian mesinnya mati sehingga menanyakan kepada pengawas SPBU," ujarnya, dikutip dari TribunSumsel.com.
Ia menuturkan, dari keterangan yang ia peroleh, mesin pengisian tersebut sudah diatur dengan waktu dan berhenti apabila waktu yang ditentukan sudah tercapai.
Baca juga: Penyebab Sopir Truk Tewas Usai Ditusuk Satpam dan Pengawas SPBU, Dipicu Mesin Pompa Mati
"Mesinnya sudah di-setting dalam waktu, apabila waktunya sudah mencukupi maka dia akan off,"
"Saat mesin terhenti pengisian belum selesai itulah yang menimbulkan komplain," ujarnya.
Korban pun tak terima dan menantang pengawas SPBU.
"Dari pengawas SPBU menjelaskan bahwa memang ada timernya pada saat pengisian sehingga terjadilah cekcok mulut yang membuat korban tidak terima akhirnya korban memberikan tantangan kepada pengawas tersebut," terangnya.