Sosok Briptu BTS, Oknum Polisi yang Diduga Lakukan Pelecehan ke 2 Polwan di SPN Tidak Diberhentikan
Sosok Briptu BTS diduga melakukan pelecehan di lingkungan Sekolah Polisi Negara alias SPN Polda Jawa Tengah (Jateng), bahkan masih bertugas
Ringkasan Berita:
- Sosok Briptu BTS, diduga lakukan pelecehan kepada 2 polwan di lingkungan SPN Polda Jateng
- Laporan kasus dugaan pelecehan sudah diajukan sejak September 2025
- Briptu BTS yang diduga lakukan pelecehan, saat ini masih aktif bertugas di SPN Polda Jawa Tengah dengan pengawasan internal
TRIBUNNEWS.COM - Sosok Briptu BTS saat ini sedang mencuri perhatian masyarakat Indonesia.
Hal ini lantaran sosok Briptu BTS ini diduga melakukan pelecehan di lingkungan Sekolah Polisi Negara alias SPN Polda Jawa Tengah (Jateng).
SPN Polda Jateng merupakan sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan kepolisian di bawah jajaran Polda Jawa Tengah yang berlokasi di Purwokerto, Jawa Tengah.
SPN memiliki tugas untuk mendidik dan membentuk karakter calon anggota polisi Republik Indonesia, khususnya Bintara Polri, untuk menjadi polisi profesional, humanis, dan berintegritas.
Briptu BTS disebut-sebut terlibat dalam dugaan perekaman terhadap dua polisi wanita (polwan) di kamar mandi asrama SPN Polda Jateng.
Namanya santer disebut usai muncul laporan internal yang diajukan pada September 2025 lalu.
Anggota kepolisian berinisial Brigadir SP melaporkan tentang adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Briptu BTS.
Sosok Briptu BTS ini disebut-sebut bertugas di lingkungan SPN Polda Jateng.
Kasus dugaan pelecehan tersebut sontak mendapatkan perhatian srius dari internal kepolisian.
Hingga unit Provos SPN Polda Jawa Tengah bergerak cepat untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap Briptu BTS.
Proses pemeriksaan tersebut seperti serangkaian klarifikasi sampai dengan pendalaman soal adanya dugaan tindakan pelecehan yang dilaporkan.
Tindakan yang diambil oleh kepolisian ini bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi.
Termasuk juga tindakan mengumpulkan bukti-bukti awal.
Pada Oktober 2025, hasil pemeriksaan awal itu lalu dilimpahkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Tengah.