Rabu, 29 April 2026

Kapolda Riau Minta Maaf ke Warga Imbas Kasus Panipahan, Rotasi Besar-Besaran di Internal

Kapolda Riau minta maaf ke warga Panipahan, lakukan evaluasi personel dan kukuhkan 23 duta anti narkoba untuk perkuat kepercayaan publik.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
DIALOG WARGA - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan saat dialog dengan warga Panipahan dan pengukuhan Duta Anti Narkoba di Pekanbaru. 

Selain itu, kegiatan juga diwarnai penampilan seni budaya seperti pembacaan puisi oleh Sendy Alpagari dan teatrikal dari Riau Creative Hub.

Sebagai bentuk komitmen bersama, dilakukan penandatanganan prasasti Kampung Tangguh Anti Narkoba oleh Kapolda Riau bersama Direktur Reserse Narkoba Polda Riau dan perwakilan Desa Panipahan.

Dalam arahannya, Irjen Herry menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba.

“Peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu harus kita maknai sebagai wake-up call bagi kita semua. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kita tidak boleh hanya fokus pada penindakan, tetapi juga harus mendorong perubahan sosial,” tegasnya.

Kapolda mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga April 2026, Polda Riau telah mengungkap 3.287 kasus narkoba dengan 4.719 tersangka.

“Dari pengungkapan tersebut, kita berhasil menyelamatkan kurang lebih 5,3 juta jiwa. Namun kita harus jujur, Indonesia saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar. Karena itu, penguatan di level masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi sosial di Panipahan yang memerlukan perhatian serius, terutama banyaknya keluarga terdampak narkoba.

“Saya berterima kasih kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Ini menunjukkan ada persoalan sosial yang harus kita jawab bersama. Jangan sampai generasi kita rusak karena narkoba,” katanya.

Sebagai langkah tegas, Kapolda menyebut telah dilakukan evaluasi internal di Polsek Panipahan.

“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, Polda Riau juga mendorong pendekatan sosial dan ekonomi, salah satunya melalui bantuan mesin ketinting kepada masyarakat sebagai alternatif mata pencaharian.

“Kita harus mengubah struktur ekonomi masyarakat. Ketika ekonomi bergerak dan UMKM tumbuh, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” tambahnya.

Kapolda juga menitipkan pesan kepada para Duta Anti Narkoba agar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Saya percaya kepada 23 duta yang hari ini dikukuhkan. Jadilah agen perubahan, suarakan bahaya narkoba, dan bangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat,” pesannya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni mantan pengguna narkoba, bincang santai bersama duta nasional, serta penampilan musik.

Melalui kegiatan ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga membangun gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Riau yang bersih dari narkoba.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved