5 Populer Regional: Nasib Napi Korupsi Berkeliaran di Coffee Shop - Helikopter Jatuh di Kalbar
Napi korupsi dipindah ke Nusakambangan, sementara helikopter jatuh di Kalbar dengan 8 penumpang berhasil dievakuasi ke rumah sakit.
Ringkasan Berita:
- Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
- Dimulai dari narapidana korupsi Supriadi yang sempat berkeliaran di coffee shop di Kendari telah dipindahkan ke Penjara Nusakambangan dengan sistem keamanan maksimum.
- Kemudian ada Helikopter PK-CFX yang membawa 8 orang jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat, dan seluruh korban berhasil dievakuasi ke rumah sakit.
TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari nasib dari narapidana kasus korupsi yang berkeliaran di Coffee Shop di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Napi bernama Supriadi kini telah dipindahkan ke Penjara Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah.
Penjara ini menampung narapidana kasus berat seperti terorisme, bandar narkoba, dan korupsi, dengan sistem keamanan maksimum hingga supermaximum.
Kemudian ada insiden helikopter jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026) kemarin.
Helikopter PK-CFX itu membawa 8 orang termasuk kru dan penumpang.
Kini para korban berhasil dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit.
Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:
1. Hukuman Napi Korupsi Rp233 M Supriadi setelah Keluyuran di Coffee Shop, Dipindahkan ke Nusakambangan
Narapidana dapat keluar dari lembaga pemasyarakatan (lapas)/rumah tahanan (rutan) sementara melalui mekanisme izin luar biasa (ILB) maksimal 1x24 jam dan tidak menginap.
Izin itu diberikan dengan alasan mendesak seperti keluarga inti sakit keras/meninggal dunia atau menjadi wali nikah.
Aturan tersebut didasarkan pada Permenkumham No. 12 Tahun 2016.
Namun, masih saja ada celah dalam penerapan aturan tersebut. Misalnya, yang terjadi baru-baru ini di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Seorang narapidana korupsi perizinan pertambangan nikel di Kolaka Utara, Supriadi, terlihat berada di luar Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Kendari, tanpa pengawalan ketat polisi, Selasa (14/6/2026).
Ia terlihat berada di sebuah coffee shop di Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Buntut dari aksinya itu, Supriadi, narapidana yang merugikan negara Rp233 miliar tersebut, dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.
Lapas Nusakambangan merupakan kompleks pemasyarakatan keamanan tinggi di pulau terisolasi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan atau Kanwil (Ditjenpas) Sultra, Sulardi, mengonfirmasi pemindahan Supriadi.
Sulardi mengatakan pemindahan mantan Kepala Syahbandar Kolaka itu untuk menjalani sisa masa hukumannya.
Dia juga menegaskan tidak ada toleransi atas perbuatan Supriadi yang kedapatan keluyuran di coffee shop.
“Tidak ada toleransi, langgar aturan NK (Nusa Kambangan) tempatnya,” katanya kepada wartawan TribunnewsSultra.com, Kamis (16/4/2026).
Sulardi menambahkan Supriadi telah tiba di Lapas Nusakambangan.
2. Kondisi Kades di Lumajang setelah Dianiaya 15 Orang, Dipicu Cekcok saat Pengajian
Fenomena kekerasan dan premanisme masih menjadi masalah serius di berbagai wilayah di Indonesia.
Aksi pengeroyokan, intimidasi, dan penggunaan senjata tajam menciptakan rasa tidak aman bagi masyarakat.
Pada Rabu (15/4/2026), Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menjadi korban penganiayaan puluhan orang.
Rumah korban bernama Sampurno (45) didatangi gerombolan orang tak dikenal sambil membawa senjata tajam.
Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Prass Ardinata, menerangkan para pelaku datang menggunakan dua mobil.
"Mereka datang, awalnya dikira bertamu, terjadi cekcok hingga terjadilah penganiayaan," ungkapnya, dikutip dari TribunJatim.com.
Diduga para pelaku berasal dari Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang dan kini masih buron.
Kecamatan Jatiroto berjarak sekitar 50 kilometer dari Kecamatan Gucialit dengan waktu tempuh 1,5–2 jam perjalanan darat.
"Motifnya saat ini masih pendalaman. Mohon doanya, mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa ketemu," tandasnya.
Pelaku langsung melarikan diri membawa senjata tajam.
"Barang bukti sajam (senjata tajam) tidak ada karena langsung dibawa pelaku," jelasnya.
Korban tak berdaya dianiaya menggunakan benda tumpul serta dibacok senjata tajam celurit.
3. Guru Besar Unpad Dinonaktifkan Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) yang dilantik menjadi guru besar dinonaktifkan buntut dugaan pelecehan seksual.
Rektor Unpad, Prof Arief S Kartasasmita menegaskan kampus Unpad tidak menoleransi segala bentuk kekerasan dalam bentuk apapun di lingkungan kampus, termasuk kekerasan seksual.
Arief mengatakan sebagai institusi pendidikan tinggi, Unpad berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, keamanan, dan perlindungan bagi seluruh sivitas akademika. Setiap dugaan pelanggaran akan ditindaklanjuti secara serius dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Setelah menerima laporan secara lengkap, katanya, pada hari yang sama Unpad segera mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh kegiatan akademik.
Selanjutnya, Unpad langsung menjalankan prosedur penanganan dugaan kekerasan seksual sesuai dengan peraturan yang berlaku, dimulai dengan pembentukan tim investigasi untuk melakukan penelusuran secara objektif dan menyeluruh dengan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unpad dan unsur senat fakultas.
"Kami berkomitmen apabila dalam proses investigasi terbukti adanya pelanggaran berupa tindakan kekerasan seksual, kami akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Rektor dalam keterangan resminya, Kamis (16/4/2026).
Arief mengatakan pihaknya akan konsisten melakukan proses pembuktian dan penindakan kekerasan sesuai dengan perundang-undangan, dan memprioritaskan kepentingan dan keselamatan pihak yang menjadi korban.
4. Profil Bupati Malang Sanusi yang Lantik Anak Sendiri Jadi Kepala DLH, Hartanya Rp2,4 Miliar
Langkah kepala daerah melantik anak sendiri jadi pejabat daerah bukan suatu fenomena baru di Indonesia.
Terbaru, Bupati Malang Sanusi melantik putranya yang bernama Ahmad Dzulfikar Nurrahman, menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Turut dilantik 447 pejabat daerah lainnya mulai kepala OPD hingga camat, pada Senin (13/4/2026).
Sanusi dalam kesempatannya menyatakan komitmennya menjalankan roda pemerintahan dengan baik.
"Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk menjalankan sistem manajemen kepegawaian dalam tata kelola pemerintahan yang baik," katanya, dikutip dari Suryamalang.com.
Ia juga menegaskan proses pelantikan ini bebas dari jual beli jabatan.
Sanusi tidak lupa memperingatkan jajarannya agar menjalankan tugas dengan baik.
"Jual beli jabatan tidak ada, yang dilantik tidak dimintai uang."
"Kalau ada yang bayar bilang saya. Kita harus hentikan semua ini, itu melanggar sumpah janji," tegasnya.
Terlepas dari berita di atas, siapa sosok Bupati Malang Sanusi?
Profil Singkatnya
Dirangkum dari TribunJatim.com, Sanusi lahir di Kabupaten Malang pada 20 Mei 1960.
Ia akan berulang tahun yang ke-66 bulan depan.
5. Daftar 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar, Kru dan Penumpang Berhasil Dievakuasi
Insiden jatuhnya helikopter di Kalimantan Barat kembali menambah daftar kecelakaan angkutan udara di Indonesia.
Berdasarkan laporan dan informasi statistik jumlah kecelakaan penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) RI, ada tiga kasus kecelakaan transportasi udara sepanjang tahun 2026.
Meski begitu, jumlah kecelakaan penerbangan dalam tiga tahun sebelumnya, mulai 2023 hingga 2025 mengalami penurunan kasus.
Pada tahun 2023, kecelakaan penerbangan berjumlah 34 kasus, angka itu, menurun pada tahun 2024: berjumlah 26 kasus.
Kemudian, angka kecelakaan penerbangan kembali turun, jadi 26 kasus pada tahun 2025.
Pada tahun ini, kecelakaan penerbangan ada 3 kasus. Ditambah kecelakaan helikopter jatuh yang terjadi pada Kamis (16/4/2026) kemarin.
Insiden jatuhnya Helikopter PK-CFX berada di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Helikopter tersebut, membawa dua kru dan enam penumpang. Total delapan orang.
(Tribunnews.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.