Satu Keluarga asal Blitar Tewas Kecelakaan di Probolinggo, Mobil Ditabrak Truk Rem Blong
Tabrakan beruntun di Probolinggo, tewaskan empat orang asal Blitar usai truk trailer alami rem blong. Korban perjalanan pulang dari Banyuwangi.
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan beruntun melibatkan enam kendaraan terjadi di Kecamatan Tegalsiwalan, Probolinggo.
- Truk trailer Nissan diduga rem blong menabrak lima kendaraan, menewaskan empat orang asal Blitar.
- Sopir truk diamankan untuk pemeriksaan.
TRIBUNNEWS.COM - Rem blong atau kegagalan fungsi pengereman masih menjadi momok menakutkan yang mendominasi penyebab kecelakaan maut di Indonesia.
Tabrakan beruntun yang melibatkan kendaraan besar seringkali berakhir fatal, merenggut nyawa para pengguna jalan yang berada dalam satu jalur lintasan.
Di Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tabrakan beruntun melibatkan enam kendaraan pada Sabtu (18/4/2026) malam.
Sebuah truk Trailer Nissan dengan nomor polisi B 9625 UEJ diduga mengalami rem blong sehingga menabrak lima kendaraan di depannya.
Kendaraan yang pertama ditabrak yakni Toyota Limo Vios bernopol AG 1644 EG yang membawa keluarga asal Blitar, Jawa Timur.
Empat orang yang ada di dalam mobil dinyatakan meninggal yakni Sutrisno (60), T. Sri Budiyatni (60), Devica Friskiara (29), dan Giovano Malik Ibrahim (3).
Kendaraan lain yang ditabrak yaitu pickup Daihatsu Granmax (P 8361 GL), pickup (N 8387 YH), minibus Toyota Hi-Ace (P 7022 QB), dan truck tractor head Hino (T 9698TA).
Perwakilan pihak keluarga, Riyanto, menjelaskan kakaknya berangkat dari Blitar pada Jumat (17/4/2026) sore untuk menjenguk bayi di Banyuwangi, Jawa Timur.
Korban Sutrisno memiliki dua anak laki-laki dan perempuan.
Anak perempuan ikut ke Banyuwangi membawa bayinya, sedangkan anak laki-laki menjaga rumah.
"Anak laki-lakinya yang di rumah. Jadi satu mobil itu ada korban, istri, anak perempuan, dan cucunya," ungkapnya.
Baca juga: Tragedi di Jalan Turunan Kemranjen Banyumas, Dua Orang Tewas Usai Tabrakan Beruntun
Wakil Ketua RT 4 RW 2 Pundensari, Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Adib Abadi, menjelaskan warga mendapat kabar kematian setelah mendengar teriakan anak laki-laki korban pada Minggu (19/4/2026) dini hari.
"Saat mendapat kabar dari polisi, anak laki-laki korban sempat syok dan tidak percaya. Dia teriak-teriak di depan rumah. Para tetangga keluar semua," ucapnya.
Kecelakaan terjadi saat rombongan perjalanan pulang dari Banyuwangi ke Blitar.
"Sebenarnya, anak laki-lakinya juga diajak, tapi tidak mau. Akhirnya, korban berangkat hanya bersama istri, anak perempuan, dan cucunya," lanjutnya.