Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Didemo Hari Ini, Berikut 2 Hal yang Jadi Sorotan Massa Aksi
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud akan didemo hari ini, Selasa (21/4/2026) buntut kebijakan kontroversialnya.
Anggota Organisasi Masyakarat (Ormas) GALAK, Abd Rahman mengatakan, rombongannya berangkat dari Bontang pukul 03.00 WITA dan tiba di Samarinda sekira pukul 06.00 WITA.
Adapun alasannya ikut turun ke jalan lantaran kecewa terhadap kebijakan Gubernur Kaltim.
Ia menyebut, kebijakan Rudy Mas'ud belum memberikan dampak nyata meski telah menjabat hampir satu tahun.
"Tuntutannya sebagai bentuk kekecewaan. Gubernur Rudy Masud sudah hampir satu tahun menjabat, tapi masih banyak yang belum terealisasi," ucapnya kepada TribunKaltim.co.
Adapun dua poin utama yang menjadi sorotan massa aksi yakni soal pengadaan mobil dinas mewah serta proyek renovasi kantor yang dianggap menghabiskan anggaran besar, namun tidak mendesak.
Massa menilai alokasi anggaran itu tidak sesuai dengan kebutuhan mendasar masyarakat saat ini.
Massa juga menuntut agar aspirasi mereka diterima oleh perwakilan DPRD Kaltim serta mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan penggunaan anggaran yang dinilai kontroversial.
Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 M
Saat isu pengadaan mobil fantastis itu mencuat, Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud meminta publik tak berprasangka buruk.
"Kami di Kalimantan Timur sampai hari ini. Belum ada mobil dinas dari Pemprov Kaltim untuk Kalimantan Timur Yang ada di Jakarta," katanya, dikutip Tribunnews.com dari TribunKaltim.co, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Daftar Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Masud, Berujung Akan Didemo Ribuan Orang Hari Ini
Ia menyebut, ada aturan main soal standar mobil dinas pejabat daerah yang merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006.
Dalam aturan tersebut menetapkan, batas maksimal kapasitas mesin untuk jenis sedan adalah 3.000 cc, sedangkan untuk jenis jeep maksimal 4.200 cc.
Mobil yang diadakan, kata Rudy, masuk dalam koridor aturan tersebut yakni berkapasitas 3.000 cc.
Selain itu, Rudy berdalih, Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai etalase Indonesia yang menjadi perhatian nasional, bahkan internasional, seiring penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia lantas berkelakar tak mau memakai mobil Kijang.
"Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia, Jangan saya disuruh pakai kijang dek," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Eskalasi-politik-Kaltim-memanas-ribuan-mahasiswa-turun-aksi-21-April.jpg)